Jumat, 5 Juni 2026

Berita Seluma

Masyarakat Desa Penyangga Rapat Bersama PT SSL di Seluma Bengkulu, Keluhkan Bau dan Limbah

Polemik bau asap dan limbah CPO PT Seluma Sawit Lestari (SSL) di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu terus berlanjut. 

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Yunike Karolina
Yayan Hartono/TribunBengkulu.com
RAPAT - Masyarakat desa penyangga terdampak pencemaran udara asap dan limbah CPO rapat bersama PT SSL di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, Senin (3/2/2025). Polemik bau asap dan limbah CPO PT SSL terus berlanjut. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Polemik bau asap dan limbah CPO PT Seluma Sawit Lestari (SSL) di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu terus berlanjut. 

Masyarakat desa penyangga menggelar rapat bersama manajamen PT SSL, Senin pagi (3/2/2025) di Balai Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan. 

Ada lima perwakilan desa penyangga yang hadir yaitu Desa Talang Sebaris, Sukaraja, Sukamaju, Talang Benuang serta Desa Taba. Sementara PT SSL dihadiri manager dan asisten.

Serta pihak kepolisian dari Polsek Sukaraja dan Camat Air Periukan. 

Kades Talang Sebaris Fikri Ardianto sebagai pembuka rapat menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindaklanjut dari pencemaran udara asap dan bau limbah CPO PT SSL.

"Tadi pagi kita gelar pertemuan bersama desa penyangga membahas pencemaran udara dari limbah dan asap PT SSL. Tadi pihak PT SSL juga hadir," kata Fikri Ardianto, Senin siang usai pertemuan (3/2/2025). 

Dalam pertemuan ini, semua kepala desa penyangga masing-masing menyampaikan keluhan terhadap pencemaran udara yang timbul dari PT SSL.

Semua berharap PT SSL segera bertindak, agar pencemaran ini dapat ditiadakan. 

"Karena ini sangat menggangu, akibat bau tidak sedap ini masyarakat sudah mengeluhkan. Jadi kami harap perusahana segera menindaklanjuti," kata Kades Talang Benuang Sarwan Efendi. 

Senada juga disampaikan Kades Taba Lubuk Puding Untung Putra Jaya.

Bau dari limbah CPO sangat menyengat dan mulai meresahkan masyarakat sejak dua minggu terakhir. 

Jarak Desa Taba dengan PT SSL yang hanya 1 kilometer, bau limbah sangat menyengat pagi, petang hingga malam. 

"Kami harap ini segera ditindaklanjuti. Jelas akan ada aksi yang besar jika PT SSL tidak menindaklanjuti ini," ancam Untung.

Menanggapi ini Manager PT SSL Widiyanto mengatakan semua hasil pertemuan ini akan disampaikan ke pimpinan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved