Selasar Nusantara
Ternyata Dedi Mulyadi Pernah Peringatkan Sandi Butar Jangan Banyak Ngoceh, Kini Dipecat Dua Kali
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ternyata pernah memberi peringatan kepada Sandi Butar Butar untuk tidak terlalu banyak berbicara atau "ngoceh".
TRIBUNBENGKULU.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ternyata pernah memberi peringatan kepada Sandi Butar Butar untuk tidak terlalu banyak berbicara atau "ngoceh".
Peringatan itu disampaikan Dedi Mulyadi setelah Sandi pertama kali dipecat dari posisinya sebagai anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok.
Pemecatan pertama Sandi Butar terjadi setelah terungkap adanya dugaan korupsi dalam tubuh Damkar Depok, serta kondisi peralatan yang sudah rusak dan tidak layak pakai.
Kejadian ini sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, hingga menarik perhatian Dedi Mulyadi, yang akhirnya turun tangan untuk membantu Sandi mendapatkan kesempatan kedua.
Dengan bantuan Dedi Mulyadi, Sandi Butar berhasil dipekerjakan kembali sebagai petugas Damkar Kota Depok.
Namun, tak disangka, setelah kembali bekerja, Sandi kembali dipecat untuk kedua kalinya.
Kuasa hukum Sandi, Deolipa Yumara, menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut berperan dalam pengangkatan kembali Sandi.
Deolipa pun mewakili Sandi untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dedi Mulyadi dan Wali Kota Depok, Supian Suri, yang telah berkomitmen untuk mempekerjakan Sandi kembali.
"Di atasnya Pak Supian, sebenarnya ada yang disampaikan oleh Pak Gubernur, Kang Dedi Mulyadi," kata Deolipa.
"Beliau mengatakan bahwa setelah Wali Kota Depok terpilih, Sandi akan diterima kembali bekerja, dan itu sudah ditepati."
Sandi sendiri pernah bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi di kediamannya, Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Sandi menceritakan pengalaman kariernya sebagai anggota Damkar Depok, termasuk masalah perundungan, pemotongan gaji, dan kondisi peralatan yang tidak memadai.
Dedi Mulyadi pun memberi pesan penting kepada Sandi untuk lebih bijak ke depannya, terutama soal berbicara di luar pekerjaan.
"Nanti karakternya ubah ya, jadi kalau pimpinannya sudah baik, kelengkapan damkarnya sudah benar, hak-hak kamu diberikan, jangan banyak ngoceh keluar, karena pimpinan pasti pusing itu," kata Dedi Mulyadi.
Sandi pun menanggapi dengan komitmen untuk tidak banyak bicara jika fasilitas yang diberikan kepada anggota Damkar sudah memadai.
| Profil Nur Agis Aulia, Wakil Wali Kota Serang yang Minta Maaf Usai Antar Anak ke Sekolah Naik Motor |
|
|---|
| Pilih jadi Janda, 10 Daerah Provinsi di Indonesia yang Paling Banyak Perempuan Gugat Cerai Suami |
|
|---|
| Profil Saepul Binzein, Bupati Purwakarta Gadaikan SK untuk Belikan Tanah Ortu Siswa yang Masuk Barak |
|
|---|
| 3 Mega Proyek 100 Hari Kerja Gubernur Kalsel Muhidin: Stadion Internasional hingga Jembatan Laut |
|
|---|
| Kabar Terbaru Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang Sakit dan Dirawat di Singapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/DEDI-MULYADI-DAN-SANDI-BUTAR.jpg)