Selasa, 21 April 2026

Pelecehan Dokter PPDS Unpad

Imbas Dokter PPDS Unpad Punya Kelainan, Korban Cabulnya Disebut Lebih dari Satu 

Imbas Dokter PPDS Upad diduga punya kelainan seksual, korban cabulnya disebut lebih dari satu. 

Editor: Rita Lismini
Tribun Jabar/Nandri
DOKTER LECEHKAN PASIEN - Polda Jawa Barat menampilkan pelaku Priguna Anugerah Pratama pada Rabu (9/4/2025). Imbas Dokter PPDS Upad diduga punya kelainan seksual, korban cabulnya disebut lebih dari satu. 

Setelah itu, pelaku menyuntikkan cairan bening ke selang tersebut,” jelas Hendra.

Dia menambahkan, pelaku membius korban dengan menggunakan obat bius, sehingga membuat korban tidak sadarkan diri.

Beberapa jam kemudian, korban siuman dan pelaku memintanya untuk mengganti pakaian serta kembali ke IGD RS Hasan Sadikin.

“Korban pun bercerita ke ibunya bahwa pelaku mengambil darah dengan 15 kali percobaan dan memasukkan cairan bening ke dalam selang infus yang membuat korban tak sadar, serta ketika buang air kecil, korban merasakan perih di bagian tertentu,” kata Hendra.

Pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa yang dialami korban ke Polda Jabar.

Setelah Polda Jabar menerima laporan dari keluarga korban, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap Priguna pada Minggu (23/3/2025).

Kombes Surawan mengungkapkan, jumlah korban dokter residen Unpad, Priguna Anugerah Pratama atau PAP bertambah menjadi tiga orang.

Selain FH (21), adalah keluarga pasien yang menjadi korban pelecehan seksual oleh PAP.

Sedangkan dua korban lain masih belum dilakukan pemeriksaan.

Pelaku Lakukan Aksi Bejatnya 

Aksi bejat dokter PPDS Priguna Anugerah, suntikkan obat bius di lantai 7 sebelum cabuli korban. 

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochawan, insiden dugaan rudapaksa tersebut terjadi pada dini hari, 18 Maret 2025.

Korban merupakan keluarga pasien yang saat itu sedang menjaga orang tuanya di rumah sakit.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Priguna mengajak korban yang saat itu berada di IGD, dengan alasan akan dilakukan pengambilan sampel darah.

Ia membawa korban menuju Gedung MCHC lantai 7, tepatnya ke ruang 711.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved