Senin, 8 Juni 2026

Program 100 Hari Kerja Kepala Daerah

Kebijakan 100 Hari Kerja Gubernur Sumbar Mahyeldi, Groundbreaking Flyover-Pendidikan Vokasi Islami

Kebijakan 100 Hari Kerja Gubernur Sumbar Mahyeldi, Groundbreaking Flyover-Dorong Pendidikan Vokasi Islami

Tayang:
Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews.com
GUBERNUR SUMBAR - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi usai mengikuti gladi bersih pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Kebijakan dan program 100 hari kerja yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kebijakan dan program 100 hari kerja yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025.

Gubernur Mahyedi bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Tahap I di lokasi stokpile Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (03/05/2025). 

Dalam agenda pembangunan bersejarah di Sumbar kali ini, Menteri PU turut didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah-Vasko Ruseimy; Anggota DPR RI seperti Andre Rosiade dan Zigo Rolanda, jajaran Bupati/Wali Kota, jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, tokoh masyarakat, serta pimpinan instansi vertikal dan BUMN/BUMD di Sumbar

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, Pemprov telah membentuk tim percepatan untuk memastikan kelancaran dalam setiap tahapan dalam pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik. 

Baca juga: Rekam Jejak-Kekayaan Mahyeldi Gubernur Sumbar Dilantik Prabowo 20 Februari 2025, Anak Tukang Becak

Pengukuran lahan seluas 11,1 hektare oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) sudah hampir dirampungkan

“Kita sudah koordinasi dengan BPN terkait dengan pembebasan lahan. Surat ke kementerian juga sedang disiapkan, begitu pun ke DPR RI, agar sama-sama kita mendorong percepatan pembangunan Fly Over ini,” ucap Gubernur Mahyeldi.

Disisi lain, Menteri PU menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah rawan bencana seperti Sumbar harus dilakukan dengan sangat hati-hati, dan dengan memperhatikan standar keselamatan tertinggi. 

Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik akan melewati proses yang cukup panjang, termasuk dalam penyelesaian segala hal yang terkait dengan pembebasan lahan. 

"Tapi Insyaallah, konstruksiya bisa dimulai tahun ini. Selain itu, karena Sumbar termasuk wilayah rawan gempa, maka semua konstruksi harus didesain tahan gempa dan wajib bersertifikat. Ini penting karena ini soal keselamatan masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Ia juga menjelaskan, bahwa Fly Over Sitinjau Lauik dibangun di bawah skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan dukungan ketersediaan layanan. 

Ada pun fokus utama dalam pembangunan ini adalah mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalur ekstrem Sitinjau Lauik yang merupakan jalan nasional penghubung utama antara Kota Padang dengan Kabupaten Solok.

Lewat pembangunan fly over ini,diharapkan arus kendaraan dapat melintas dengan lancar, waktu dan jarak tempuh dapat lebih singkat, dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin. 

Selain itu, proyek ini juga diyakini akan menghadirkan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal, serta bagi pelaku usaha secara luas.

"Kita juga meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar untuk menyiapkan rest area yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di jalur ini nantinya. Kita ingin masyarakat sekitar merasakan manfaat dari proyek ini. UMKM bisa berkembang, dan ekonomi lebih bergerak,” katanya lagi.

Dody Hanggodo mengingatkan konstruksi harus didesain tahan gempa dan wajib bersertifikat. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved