Minggu, 10 Mei 2026

Pencemaran Lingkungan di Mukomuko

Geram Dibantah, Legislator Mukomuko Bengkulu Tantang Karyawan PT USM Nyebur ke Sungai yang Menghitam

Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko Geram Minta PT USM nyebut ke anak sungai Anak Solang yang menghitam.

Tayang:
HO DPRD Mukomuko
SUNGAI ANAK SOLANG - Kolase momen Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Frenky Janas meminta pihak PT USM untuk masuk ke anak Sungai Anak Solang di Kecamatan Lubuk Pinang, Mukomuko Bengkulu, saat sidak, Rabu (11/6/2025). Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Frenky Janas geram lantaran pihak PT USM membantah jika sungai menghitam akibat limbah PT USM. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Frenky Janas, menantang pihak PT Usaha Sawit Mandiri (USM) untuk turun atau menceburkan diri langsung ke Sungai Anak Solang di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Tantangan itu disampaikan saat DPRD Mukomuko melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT USM pada 11 Juni 2025. 

Sidak dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait menghitamnya air di Sungai Anak Solang, yang diduga akibat aktivitas PT USM.

Dugaan pencemaran sungai mengarah pada limbah dari pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT USM.

Dalam sidak tersebut, Frenky Janas memeriksa kondisi sekitar kolam limbah 9 milik perusahaan. 

Ia menemukan air sungai sudah menghitam.

Namun, pihak PT USM membantah tudingan bahwa air sungai yang menghitam disebabkan limbah dari aktivitas pabrik. 

Mereka berdalih bahwa warna hitam tersebut berasal dari lumut.

Menanggapi hal itu, Frenky meminta perwakilan PT USM untuk turun langsung ke sungai yang menghitam. 

Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons dari pihak perusahaan.

Untuk diketahui, ini merupakan kali kedua Frenky melakukan sidak ke PT USM terkait laporan pencemaran Sungai Anak Solang.

“Sidak pertama yang menjadi temuan kami, memang dari bawah ke atas, batas ke kolam limbah terakhir itu dasarnya hitam pekat. Mungkin itu air bagian atasnya bening, cuma di bawah dasarnya hitam,” ungkap Frenky saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (16/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa pada sidak pertama, DPRD menyampaikan temuan tersebut secara terbuka dan meminta PT USM segera mengatasi kondisi sungai yang sudah menghitam.

Saat itu, pihak perusahaan menyatakan kesiapannya menjalankan rekomendasi dari DPRD, termasuk memberikan bantuan sumur bor kepada masyarakat di wilayah Wonosalam.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved