Selasa, 5 Mei 2026

Berita Viral

Brigadir Nurhadi Diduga Dibunuh Atasannya Sendiri, Kompol Yogi dan Ipda Haris Ditahan Usai Dipecat 

Mereka masing-masing berinisial Kompol YG, yang merupakan Kompol I Made Yogi Purusa Utama, dan Ipda HC, atau Ipda Haris Sucandra.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
TribunLombok.com/Tribunnews
POLISI BUNUH POLISI - (kiri) Foto penahanan dua tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi kini ditahan Satreskrim Polda NTB. (kanan) foto Korban Brigadir Nurhadi. Brigadir Nurhadi diduga dibunuh atasannya aendiri, Kompol Yogi dan Ipda Haris kini ditahan usai dipecat.  

Selain itu, Yogi juga sempat menduduki posisi sebagai Kasatresnarkoba Polresta Mataram.

Di sana, ia pernah meringkus kasus narkoba seberat 1,5 kilogram.

Kronologi Kejadian

Tewasnya Brigadir Nurhadi bermula saat ia diajak oleh Kompol Yogi dan Ipda Haris ke Gili Trawangan untuk berpesta.

Dua wanita yakni tersangka M dan saksi berinisial P diajak untuk pergi bersama.

Nurhadi diduga mengonsumsi obat penenang riklona dan pil ekstasi atau inex.

Setelah itu, ia disebut sempat mencoba merayu dan mendekati salah satu teman wanita tersangka.

"Ada peristiwa almarhum (Brigadir Nurhadi) mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Diduga merayu dan itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, dalam konferensi pers di Mapolda NTB, Jumat (4/7/2025), dikutip dari Tribun Lombok.

Sekitar pukul 21.00 WITA, salah satu tersangka yang ada di dalam villa mengabari Brigadir Nurhadi sudah berada di kolam dan diangkat.

Awalnya, Nurhadi dikabarkan meninggal akibat tenggelam di kolam yang ada di villa tersebut. 

Akan tetapi, setelah dilakukan autopsi, dokter forensik mengungkapkan tulang lidah Nurhadi patah yang disebabkan cekikan.

Terdapat juga luka memar di bagian kepala depan dan belakang akibat benda tumpul. 

"Jadi ada kekerasan pencekian yang utama yang menyebabkan yang bersangkutan tidak sadar atau pingsan sehingga berada di dalam air," kata Dokter Forensik Unram dr Arfi Samsun. 

Meskipun dokter sudah mengungkap penyebab Nurhadi tewas dan sudah menetapkan tiga tersangka, namun Ditreskrimum Polda NTB belum mengetahui siapa pelaku pencekikan itu. 

"Ini yang masih kami dalami, sampai hari ini kita belum dapatkan pengakuan," ujar Kombes Syarif. 

Hasil pemeriksaan poligraf atau pendeteksi kebohongan juga mengungkap seluruh jawaban dari para tersangka sebagian besar berbohong. 

Artikel ini telah tayang sebagian di TribunLombok.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved