Berita Mukomuko
BPBD Mukomuko Gandeng UGM Petakan Titik Berbahaya Rawan Bencana
BPBD Mukomuko gandeng UGM untuk susun kajian resiko bencana, sebagai upaya antisipasi bencana.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terus memperkuat upaya potensi bencana alam dan non-alam di wilayahnya.
Melalui kerjasama straregis dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Pemkab Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko menggelar workshop sosialisasi penyusunan risiko bencana (KRB) di hotel Abyan, Mukomuko, Rabu (30/7/2025).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko Ruri Irwandi mengatakan, dari kegiatan ini pihaknya nanti dapat menganalisis potensi bencana apa saja yang bisa terjadi.
“Dari kegiatan ini kita dapat menganalisis potensi bencana mulai dari tingkat rendah, sedang dan tinggi,” ungkap Ruri, saat diwawancarai, Rabu (30/7/2025).
Baca juga: Eks Caleg Mukomuko Ikut Seleksi PPPK Tahap II, Ini Penjelasan BKPSDM
Ruri menjelaskan, setelah penyusunan resiko bencana menjadi dokumen, nantinya dapat digunakan sebagai perencanaan dan pembangunan untuk di Kabupaten Mukomuko terkait mitigasi bencana.
Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Stakeholder terkait atau beberapa OPD. Penyusunan kajian resiko bencana ini merupakan standar pelayanan minimal, yang dapat digunakan untuk pengurangan resiko bencana.
“Dokumen ini nantinya dapat digunakan oleh pihak Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten untuk melakukan perencanaan dan pembangunan daerah dengan mengurangi resiko bencana,” tutur Ruri.
Ruri juga menjelaskan, dengan melibatkan parah ahli dari UGM, untuk memberikan pendampingan teknis dalam proses penyusunan KRB yang menyasar pada identifikasi potensi bencana, penilaian kapasitas daerah, hingga perumusan rencana penanggulangan berbasis data dan risiko.
Dengan adanya kegiatan ini, adalah membangun dasar ilmiah yang kuat dalam penanggulangan bencana, sekaligus meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat serta pemangku kepentingan.
“Untuk melakukan pembangunan di daerah, kita juga harus mempertimbangkan resiko bencana untuk meminimalisirnya,” jelas Ruri.
Selain itu, dengan adanya dokumen KRB ini dapat menjadi pertimbangan investor yang masuk ke Kabupaten Mukomuko.
Pihaknya juga berharap kedepan pihaknya dapat berkolaborasi denga seluruh elemen mulai dari tingkat Desa hingga tingkat kabupaten untuk meminimalisir resiko bencana.
“Dengan adanya dokumen KRB ini, bisa dijadikan pertimbangan bagi investor yang ingin masuk ke Mukomuko, diharapkan kedepan seluruh lapisan masyarakat dari tingkat Pemerintah Desa hingga tingkat Kabupaten untuk meminimalisir resiko bencana,” tutup Ruri.
| Cegah Pencemaran dan Abrasi, Polres Mukomuko Inisiasi Gerakan Bersih Pantai |
|
|---|
| Kinerja Polres Mukomuko 2025: Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat dan Penyelesaian 203 Perkara |
|
|---|
| Jelang Nataru 2025, Polres Mukomuko Sidak Pasar Cek Harga dan Kualitas Bahan Pokok |
|
|---|
| Gelombang Tinggi Kembali Hantam Pesisir Mukomuko, Dua Kios Warga Hancur |
|
|---|
| Gelombang Setinggi 13 Meter Hantam Pengaman Pantai Abrasi di Mukomuko Bengkulu, Kios Warga Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/BPBD-Mukomuko-gandeng-UGM-gelar-workshop-penyusunan-resiko-bencana.jpg)