Senin, 13 April 2026

Berita Mukomuko

BPBD Mukomuko Gandeng UGM Petakan Titik Berbahaya Rawan Bencana

BPBD Mukomuko gandeng UGM untuk susun kajian resiko bencana, sebagai upaya antisipasi bencana.

Panji Destama/TribunBengkulu.com
ANTISIPASI BENCANA - Workshop Sosialisasi penyusunan resiko bencana di Hotel Abyan, Kecamatan Kota Mukomuko, Mukomuko, Bengkulu, Rabu (30/7/2025). BPBD Mukomuko gandeng UGM untuk susun kajian resiko bencana, sebagai upaya antisipasi bencana. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terus memperkuat upaya potensi bencana alam dan non-alam di wilayahnya.

Melalui kerjasama straregis dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Pemkab Mukomuko melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko menggelar workshop sosialisasi penyusunan risiko bencana (KRB) di hotel Abyan, Mukomuko, Rabu (30/7/2025).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko Ruri Irwandi mengatakan, dari kegiatan ini pihaknya nanti dapat menganalisis potensi bencana apa saja yang bisa terjadi.

“Dari kegiatan ini kita dapat menganalisis potensi bencana mulai dari tingkat rendah, sedang dan tinggi,” ungkap Ruri, saat diwawancarai, Rabu (30/7/2025).

Baca juga: Eks Caleg Mukomuko Ikut Seleksi PPPK Tahap II, Ini Penjelasan BKPSDM

Ruri menjelaskan, setelah penyusunan resiko bencana menjadi dokumen, nantinya dapat digunakan sebagai perencanaan dan pembangunan untuk di Kabupaten Mukomuko terkait mitigasi bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Stakeholder terkait atau beberapa OPD. Penyusunan kajian resiko bencana ini merupakan standar pelayanan minimal, yang dapat digunakan untuk pengurangan resiko bencana.

“Dokumen ini nantinya dapat digunakan oleh pihak Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten untuk melakukan perencanaan dan pembangunan daerah dengan mengurangi resiko bencana,” tutur Ruri.

Ruri juga menjelaskan, dengan melibatkan parah ahli dari UGM, untuk memberikan pendampingan teknis dalam proses penyusunan KRB yang menyasar pada identifikasi potensi bencana, penilaian kapasitas daerah, hingga perumusan rencana penanggulangan berbasis data dan risiko.

Dengan adanya kegiatan ini, adalah membangun dasar ilmiah yang kuat dalam penanggulangan bencana, sekaligus meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Untuk melakukan pembangunan di daerah, kita juga harus mempertimbangkan resiko bencana untuk meminimalisirnya,” jelas Ruri.

Selain itu, dengan adanya dokumen KRB ini dapat menjadi pertimbangan investor yang masuk ke Kabupaten Mukomuko.

Pihaknya juga berharap kedepan pihaknya dapat berkolaborasi denga seluruh elemen mulai dari tingkat Desa hingga tingkat kabupaten untuk meminimalisir resiko bencana.

“Dengan adanya dokumen KRB ini, bisa dijadikan pertimbangan bagi investor yang ingin masuk ke Mukomuko, diharapkan kedepan seluruh lapisan masyarakat dari tingkat Pemerintah Desa hingga tingkat Kabupaten untuk meminimalisir resiko bencana,” tutup Ruri.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved