Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior
Tabiat Prada Lucky Namo yang Tewas Dianiaya Senior Dibongkar Sahabat dan Keluarga
Mereka mengungkap sosok Prada Lucky Namo yang dikenal ringan tangan dan pribadi terbuka.
Tampang Letda Inf Thariq Singajuru pun viral di media sosial.
Ia diduga memiliki nama lengkap Letda Inf Achmad Thariq Al Qindi Singajuru.
Letda Inf Thariq berdinas di Kompi Senapan B Yonif TP 834/WM dpp.
Sementara Prada Lucky Namo diketahui merupakan anggota TNI Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan/834 Wakanga Mere ( Yonif TP/834/WM ).
Prada Lucky merupakan anak dari anggota TNI Serma Christian Namo.
Pangkat ayah Prada Lucky Namo kalah dari terduga pelaku pemukulan menggunakan selang.
Serma atau Sersan Mayor merupakan pangkat untuk anggota TNI Bintara.
Sementara Letda merupakan pangkat untuk anggota TNI yang merupakan Perwira.
Letda Inf Thariq Singajuru diduga belum diproses hukum atas kematian Prada Lucky.
Sebab hanya empat anggota TNI berpangkat Pratu yang saat ini sudah diamankan.
Hal itu diungkap Komandan Kompi (Danki) C Yon TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat.
"Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, tim menemukan empat orang terduga pelaku pemukulan terhadap almarhum Prada Lucky. Keempat terduga pelaku tersebut berpangkat Pratu, " ungkap Lettu Inf Rahmat, Kamis (7/8).
Lettu Rahmat juga menyebut keempat terduga pelaku kini sudah diamankan di Sub Denpom Ende guna menjalani proses pemeriksaan.
Meski kalah pangkat, namun Serma Christian Namo tak gentar membela keadilan untuk anaknya.
"Tentara main-main dengan nyawa, sampai neraka pun saya kejar," kata ayah Prada Lucky Namo.
Beredar ada 20 nama diduga pelaku yang aniaya Prada Lucky Namo, satu diantaranya merupakan perwira berpangkat Letda atau Letnan Dua.
Terduga pelaku pemukulan itu diketahui bernama Letda Inf Thariq Singajuru.
Ia bersama 19 nama lainnya masuk dalam daftar 20 anggota TNI yang diduga memukul Prada Lucky Namo.
Letda Inf Thariq Singajuru dinarasikan memukul Prada Lucky menggunakan selang.
Tak hanya Prada Lucky Namo, satu anggota TNI lainnya, Prada Ricard Junimton Bulan juga turut jadi korban penganiayaan.
Dalam narasi yang beredar, Prada Lucky dan Prada Ricard dituduh memiliki hubungan menyimpang, atau LGBT.
Keduanya kemudian dilakukan pemeriksaan dan diduga terjadi tindak kekerasan.
Sambil mengalami luka-luka di tubuhnya, Prada Lucky Namo kemudian kabur dari satuan.
Ia sempat sembunyi di rumah ibu asuhnya, namun akhirnya ditemukan oleh atasannya.
Prada Lucky Namo kemudian dijemput dan diduga kembali mengalami penyiksaan.
Saat itu, Prada Lucky sedang menjalani pemeriksaan di Kantor Staf-1/Intel.
Tiba-tiba datang beberapa orang senior Prada Lucky Namo sambil membawa selang.
Mereka kemudian memukui Prada Lucky secara bergantian.
Setelah itu, Prada Lucky Namo kembali mengalami penyiksaan pada dini hari saat berada di dalam sel.
Prada Lucky dan Prada Ricard kembali dianiaya oleh seniornya.
Mereka adalah Pratu Petris Nong Brian Semi, Pratu Ahmad Adha, Pratu Emanuel De Araojo dan Pratu Aprianto Rede Raja.
Keempatnya melakukan pemukulan terhadap Prada Lucky Namo dan Prada Ricard Junimton Bulan menggunakan tangan kosong.
Pada Sabtu (2/8/8) sekira pukul 09.10 Wita, Prada Ricard Junimton Bulan demam dan Prada Lucky Namo mengalami muntah-muntah kemudian keduanya dibawa ke Puskesmas Kota Danga untuk melaksanakan pemeriksaan.
Prada Ricard diperbolehkan kembali ke satuan, sementara Prada Lucky dilarikan ke rumah sakit.
Ia sempat menjalani perawatan hingga ke ruang ICU.
Namun Prada Lucky Nemo menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (6/8/2025) pukul 11.23 Wita setelah kedua orangtuanya datang ke rumah sakit.
Dia hanya bilang kami harus hapal nama senior, kalau tidak hapal dipukul, kalau pukul tempeleng saya masih terima. Tapi ini bukan pukul, tapi pembunuhan yang direncanakan.
Ibu Prada Lucky, Epi Seprina Mirpey meminta para terduga pelaku diberikan hukuman yang setimpal.
"Bila perlu hukum mati sekalian, nyawa bayar nyawa, anak saya sudah tidak ada. Mereka enak orangtuanya bisa terima anaknya hidup. Anak saya tidak ada," kata Epi sambil menangis.
Jika memang anaknya bersalah, kata Epi, lebih baik dipecat saja, jangan justru dibunuh.
"Terlepas dia punya salah atau masalah apapun. Kalau memang mau berhentikan dia jadi TNI, saya terima. Tapi jangan buat dia sampai begini, kehilangan nyawa," katanya lagi.
Ia pun mengaku akan terus memperjuangkan keadilan untuk anaknya.
"Saya seorang ibu memohon keadilan. Saya mohon keadilan buat anak saya. Saya pikir kalau ada keadilan, anak saya tenang di sana. Saya minta mereka semua dipecat, dihukum seumur hidup, dan pelaku utama dihukum mati," tandas Epi lagi.
Muncul Desakan
Kasus kematian Praka Lucky akibat dugaan penganiayaan seniornya memicu gelombang desakan dari publik.
Banyak pihak menuntut agar pelaku tidak hanya dijatuhi hukuman berat, tetapi juga dipecat dari dinas militer.
Desakan ini mencerminkan kemarahan masyarakat yang menilai tindakan kekerasan di lingkungan TNI tidak bisa ditoleransi.
Diketahui Prada Lucky Namo anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghembuskan napas terakhirnya di Ruang IGD RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8/2025), sekitar pukul 11.23 WITA.
Anggota Komisi I DPR RI, Ir. Esthon Leyloh Foenay, M.Si. Anggota Fraksi Gerindra asal Dapil NTT II itu sangat geram dengan perilaku anggota TNI yang menganiaya Prada Lucky hingga meninggal.
“Tidak manusiawi. Apapun kesalahannya, tidak bisa dihukum seperti itu. Bagaimana pun, dia adalah seorang abdi negara. Harus dihargai seperti yang lainnya. Kejadian ini sangat disayangkan,” kata Esthon.
Mantan Wakil Gubernur NTT itu mengatakan, akan mengawal khusus proses hukum kasus ini.
“Saya akan kawal kasus ini. Nanti saya ikut penguburan. Pelaku penganiayaan harus dihukum berat. Dan, kalau perlu dipecat dari kesatuannya. Ini sungguh tidak manusiawi. Harus ada keadilan terhadap Prada Lucky,” kata Kedua DPD Partai Gerindra NTT tersebut.
“Masa dianiaya hingga meninggal dunia. Tubuhnya disulut pakai rokok, dipukul pakai popok senapan dan lainnya. Ini tidak adil sehingga para pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Esthon.
Kondisi Tubuh Prada Lucky
Penampakan tubuh Prada Lucky Namo yang tewas usai diduga dianiaya seniornya membuat publik terkejut.
Tubuh prajurit TNI muda itu dipenuhi bekas luka di berbagai bagian, memperlihatkan jejak kekerasan yang dialaminya sebelum meregang nyawa.
Diketahui Prada Lucky Namo anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghembuskan napas terakhirnya di Ruang IGD RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8/2025), sekitar pukul 11.23 WITA.
Pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok.
Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, membenarkan kabar Lucky menjadi korban penganiayaan seniornya.
Ia menegaskan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Subdetasemen Polisi Militer juga telah mengambil keterangan prajurit yang terindikasi terlibat dalam kasus ini.
"Betul. Tapi kejadian dan siapa pelakunya, saya tidak tahu karena itu wewenang Batalyon," kata Deny, Rabu (6/8/2025) malam.
Pihak Polisi Militer TNI tengah menyelidiki kasus kematian Prada Lucky Namo.
Menurut Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, kasus tersebut sedang ditangani penyidik Polisi Militer.
“Kita serahkan semuanya kepada penyidik dalam hal ini Polisi Militer,” ujar Agus, dilansir dari Kompas.com, Kamis (7/8).
Agus menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan untuk mengungkap kasus kematian Prada Lucky Namo, termasuk pelaku dalam kejadian itu. Sebab, ada dugaan Prada Lucky tewas akibat dianiaya seniornya.
Apabila terbukti korban meninggal dunia karena dianiaya, maka pelaku akan diproses sesuai aturan yang berlaku. “Tentunya nanti akan proses selanjutnya,” kata dia.
Pelaku pemukulan dikelompokan menjadi dua, yakni pemukulan menggunakan selang dan pemukulan menggunakan tangan.
Total pelaku sebanyak 20 orang. Berikut ini identitas para pelaku pemukulan:
Pemukulan mengunakan selang
- Letda Inf Thariq Singajuru
- Sertu Rivaldo Kase
- Sertu Andre Manoklory
- Sertu Defintri Arjuna Putra Bessie
- Serda Mario Gomang
- Pratu Vian Ili
- Pratu Rivaldi
- Pratu Rofinus Sale
- Pratu Piter
- Pratu Jamal
- Pratu Ariyanto
- Pratu Emanuel
- Pratu Abner Yetersen
- Pratu Petrus Nong Brian Semi
- Pratu Emanuel Nibrot Laubura
- Pratu Firdaus
Pemukulan dengan tangan
- Pratu Petris Nong Brian Semi
- Pratu Ahmad Adha
- Pratu Emiliano De Araojo
- Pratu Aprianto Rede Raja
Murkanya Sang Ayah
Prada Lucky Namo meninggal dunia di RSUD Aeramo pada Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 11.23 Wita, setelah dirawat sejak Sabtu (2/8).
Saat dirawat sejak Sabtu (2/8), dalam kondisi lemah, Prada Lucky Namo sempat menyampaikan kepada seorang dokter bahwa dirinya mengalami tindak kekerasan dari sesama prajurit TNI.
Prada Lucky Namo merupakan putra pasangan suami istri Sersan Mayor Christian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey.
Ayahnya merupakan seorang anggota TNI yang saat ini bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao.
Sang ayah menjemput jenazah Prada Lucky Namo di RSUD Aeramo kemudian membawanya ke Kupang.
Jenazah Prada Namo tiba di Bandara El Tari Kupang pada Kamis siang, disambut isak tangis anggota keluarga.
Sersan Mayor Christian Namo mengungkapkan bahwa putranya sempat curhat kepada dokter yang merawatnya bahwa dipukul senior di barak.
"Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak," ujarnya, Kamis (7/8).
Sersan Mayor Christian Namo tak terima anaknya dihajar hingga tewas.
"Saya akan kejar pelakunya sampai ke mana pun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan," tegasnya.
Ia mengungkapkan kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky Namo dipenuhi luka lebam dan sayatan. Ada juga luka seperti sulutan api rokok.
Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor.
Pesan Terakhir Prada Lucky
Pesan Prada Lucky Namo, prajurit TNI diduga dianiaya senior, sempat ke seorang dokter soal penganiayaan oleh seniornya.
Saat Prada Lucky dirawat di RSUD Aeramo sejak Sabtu, 2 Agustus 2025, dalam kondisi masih sadar namun kondisinya lemah.
Prada Lucky sempat menyampaikan kepada seorang dokter di ruang radiologi bahwa dirinya mengalami tindak kekerasan dari sesama prajurit TNI.
Kesaksian Warga
Tubuh Prada Lucky yang diduga dianiaya senior saat tiba di rumah duka membuat warga yang mengurus jenazah syok.
Fakta mengerikan salah satu warga bahkan menyebut, kondisi jenazah sang prajurit sangat tidak wajar tampak sejumlah luka sayatan dan lebam di beberapa bagian.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa prajurit muda ini menjadi korban penganiayaan sadis.
Hal ini juga diperkuat dengan dokumentasi foto jenazah yang beredar di kalangan di masyarakat.
Prada Lucky Namo diketahui merupakan putra dari Sersan Mayor Christian Namo, seorang anggota TNI yang saat ini bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao.
Kepergian Prada Lucky menjadi pukulan berat bagi keluarga.
Diketahui Prada Lucky Namo anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/ Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menghembuskan napas terakhirnya di Ruang IGD RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8/2025), sekitar pukul 11.23 WITA.
Prada Lucky dilarikan ke RSUD Aeramo pada Sabtu, 2 Agustus 2025.
Pemuda berumur 23 tahun itu datang dalam kondisi sadar.
Informasi yang beredar, pada tubuhnya terdapat luka lebam hingga sayatan.
Prada Lucky juga sempat memberikan pesan terakhir sebelum meninggal.
Ia mengaku kepada dokter sudah dianiaya oleh seniornya.
Setelah dirawat selama 4 hari, Prada Lucky menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (6/8/2025), sekitar pukul 11.23 WITA.
Kini, jenazah Prada Lucky sudah diterbangkan dari Ende menuju Kupang pada Rabu siang.
Setibanya di Kupang sekira pukul 12.45 WITA, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kupang untuk dilakukan proses autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
Rencananya, jenazah Prada Lucky akan disemayamkan di rumah duka yang terletak di samping Rusunawa Asrama TNI AD Kuanino, Kota Kupang.
Informasi tambahan, Prada Lucky lahir pada 2002.
Ia tutup usia pada umur masih muda, yakni 23 tahun.
Prada Lucky juga memiliki ayah yang juga anggota TNI.
Ia bernama Sersan Mayor Christian Namo, seorang anggota TNI, yang saat ini bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao.
Kasus sedang didalami
Komandan Kompi (Danki) dari satuan tempat Prada Lucky bertugas, Rahmat enggan berkomentar karena bukan wewenangnya.
"Kalau terkait benar tidaknya adanya penganiayaan, inikan sementara masih didalami Sub Denpom Ende, jadi belum ada hasilnya jadi saya tidak berani keluarkan statement," katanya, dikutip dari Pos-Kupang.com.
Meskipun demikian, ia memastikan kasus kematian Prada Lucky sedang didalami Sub Denpom Ende.
"Terkait kasus kematian almarhum ini sementara masih proses penanganan oleh Sub Denpom Ende karena saat ini komandan batalyon tidak ada di tempat jadi saya tidak bisa memberikan statement bagaimana-bagaimana, bukan kapasitas saya tapi sementara prosesnya sudah ditangani Sub Denpom Ende," tandasnya.
Sementara itu, Kapenrem 161/Wira Sakti Mayor Inf. I Gusti Komang Surya Negara mengakui sedang mendalami kasus ini.
Ia belum bisa berkomentar banyak atas kematian Prada Lucky.
"Kita masih dalami," ungkapnya singkat, dikutip dari Pos-Kupang.com.
Prada Lucky Namo
Anggota TNI Prada Lucky
Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior
Motif Senior Aniaya Prada Lucky Namo
Sosok Prada Lucky Namo
| Inilah Tampang 17 Senior yang Diadili karena Aniaya Prada Lucky hingga Tewas |
|
|---|
| Terkuak! Peran Danki Lettu Ahmad Faisal, Biarkan Anak Buah Aniaya Prada Lucky Hingga Tewas |
|
|---|
| Ada Saksi Baru Bongkar Fakta Mengerikan Detik-detik Prada Lucky Penuh Luka Dibawa ke Puskesmas Danga |
|
|---|
| LPSK Turun Tangan! Dampingi Keluarga Demi Keadilan Tewasnya Prada Lucky Namo |
|
|---|
| Nasib Karier Letda Inf Thariq Singajuru, Perwira TNI Tersangka Aniaya Prada Lucky Terancam 10 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/ibunda-Prada-Lucky-dan-foto-Prada-Lucky-Namo-semasa-hidup.jpg)