Selasa, 9 Juni 2026

Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior

Pengakuan Kakak Prada Lucky Namo Tewas Diduga Dianiaya 20 Senior: Ginjal dan Paru-paru Hancur

Pengakuan Lusi Namo, kakak dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo soal kematian tragis yang dialami sang adik.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Pos Kupang/Tari
RUMAH DUKA - Prada Lucky Namo semasa hidup (kiri). Lusi Namo, kakak dari almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo saat tiba di Kupang, Sabtu 9 Agustus 2025. Prada Lucky diduga dianiaya oleh 20 seniornya hingga tewas. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Pengakuan Lusi Namo, kakak dari Prada Lucky Chepril Saputra Namo soal kematian tragis yang dialami sang adik.

Prada Lucky diduga dianiaya oleh 20 seniornya hingga tewas.

Ia merupakan anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prada Lucky meninggal dunia di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Rabu (6/8/2025) sekira pukul 11.23 WITA, setelah sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di rumah sakit sejak Sabtu (2/8/2025).

Lusi Namo, mengungkapkan sejumlah informasi terkait dugaan kekerasan yang dialami sang adik.

Kesaksian itu ia peroleh dari seseorang yang mengaku sebagai pacar salah satu prajurit yang mengirim pesan melalui DM Instagram. 

“Pacar prajurit itu bilang bahwa pacarnya pernah mengirim foto yang hanya bisa dilihat sekali. Ia melihat wajah Lucky dan kawannya waktu itu dipukul dan sudah berdarah. Namun, saat daftar nama pacarnya tidak ada dalam beberapa catatan 20 pelaku tersebut," ujarnya Sabtu (8/8/2025). 

Dokter juga mengatakan ginjal dan paru-parunya sudah hancur sehingga membutuhkan tiga kantong darah. 

Ia menyebut, dugaan kekerasan itu terjadi saat pergantian piket dari Senin hingga Jumat. Di dalam sel, korban dan rekannya tidur di lantai tanpa tempat tidur.

“Richard juga kena, tapi yang saya tahu lebih parah Lucky. Saya lihat perutnya ada bekas sepatu dan dugaan saya itu diinjak,” ujarnya.

Lusi menuturkan, beberapa hari sebelum koma, Lucky masih berkomunikasi lewat panggilan video dan terlihat dalam kondisi baik. Ia juga sempat bercerita pernah dipukul senior meski sedang sakit.

“Senior pikir dia pura-pura tidak mau kerja di dapur,” kata Lusi.

Kabar masuknya Lucky ke rumah sakit diterima keluarga dari pihak rumah sakit yang diminta tolong oleh Almarhum untuk menghubungi orang tuanya di Kupang.

Lusi mengaku terkejut karena selama hidup bersama keluarga, adiknya tidak pernah mengalami sakit parah. 

“Waktu masuk rumah sakit, butuh tiga kantong darah. Selama ini hanya sakit biasa,saat dengar itu saya langsung perasaan tidak enak," ujarnya. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved