Pencemaran Lingkungan di Bengkulu Utara

Hasil Uji Labor Limbah PT BBS Bengkulu Utara, Terindikasi Tercemar

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu Utara ungkap hasil uji laboratorium terkait baku mutu air limbah yang dihasilkan dari PT BBS Bengkulu Utara.

Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
M Bima Kurniawan/TribunBengkulu.com
KEPALA DLH – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu Utara, Parpen Siregar, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (19/8/2025). DLH Bengkulu Utara mengungkap hasil uji laboratorium terkait baku mutu air limbah yang dihasilkan PT BBS. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU UTARA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu Utara mengungkap hasil uji laboratorium terkait baku mutu air limbah yang dihasilkan PT BBS Bengkulu Utara.

Sebelumnya, DLH bersama DPRD Bengkulu Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (9/7/2025), menyusul laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan.

Warga mengeluhkan bau menyengat serta banyaknya ikan mati di Sungai Air Kotok, yang diduga akibat limbah pabrik kelapa sawit (PKS) PT BBS.

Dugaan pencemaran limbah ini berdampak pada Kecamatan Padang Jaya, khususnya di empat desa penyangga di sekitar kawasan PKS, yakni Desa Sido Mukti, Talang Tua, Marga Jaya, dan Tanah Tinggi.

Sidak dilakukan untuk memeriksa kapasitas penampungan serta jumlah limbah yang dihasilkan.

Dalam sidak tersebut, tim juga mengambil tiga sampel, yaitu dua sampel air sungai di sekitar kawasan dan satu sampel dari limpahan limbah PKS.

"Dari hasil kunjungan lapangan kita, kita mengambil beberapa sampel jadi ada tiga titik, di atas ditengah sama dibawah lokasi perusahaan," ujar Kepala DLH Bengkulu Utara, Parpen Siregar.

Sampel tersebut kemudian diuji di laboratorium. Hasilnya, dua sampel menunjukkan kualitas air masih dalam batas baku mutu.

"Singkatnya, dari dua sampel utama yang di badan air itu, dari semua parameter kualitas air masih dalam batas baku mutu semua," ungkap Parpen.

Namun, satu sampel lainnya yang diduga berasal dari rembesan menunjukkan hasil di atas baku mutu air atau terindikasi tercemar.

Baca juga: Bupati Arie Septia Adinata Beri Reward Studi Wisata ke Jakarta untuk 44 Paskibraka Bengkulu Utara

"Tapi untuk satu titik lagi di satu kolam yang diduga rembesan itu ada parameter di atas baku mutu air," jelas Parpen.

Parpen menyampaikan, pihaknya telah meminta perusahaan untuk segera melakukan langkah perbaikan.

"Tindak lanjutnya kami sudah menyampaikan kepada perusahaan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan," katanya.

Langkah perbaikan tersebut meliputi pengendalian limbah di kolam yang melebihi baku mutu, perbaikan infrastruktur land application agar pengelolaan limbah sesuai ketentuan lingkungan, serta melengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved