Berita DPRD Provinsi Bengkulu
DPRD Bengkulu Imbau Perusahaan Sawit Tidak Main-main dengan Petani, Harga TBS Harus Stabil
Ketua DPRD Bengkulu Sumardi meminta pabrik CPO menjaga harga TBS sawit minimal Rp2.800 per kilogram demi petani.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Rita Lismini
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi meminta perusahaan pengolahan kelapa sawit atau pabrik crude palm oil (CPO) tetap memperhatikan kesejahteraan petani sawit di tengah penurunan harga tandan buah segar (TBS).
Sebelumnya, Aliansi Petani Sawit Provinsi Bengkulu, mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) sawit anjlok.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah merapatkan persoalan tersebut, terkait harga TBS sawit yang anjlok.
Sumardi menegaskan, harga TBS sawit sebaiknya dipertahankan minimal Rp2.800 per kilogram agar petani masih memperoleh keuntungan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menurut Sumardi, harga tersebut dinilai masih memberikan selisih yang cukup antara biaya produksi dan hasil penjualan yang diterima petani.
“Harapan kita, pemilik pabrik TBS yang memproduksi CPO tetap memperhatikan nasib petani dengan mempertahankan harga TBS minimal Rp2.800 per kilogram,” kata Sumardi.
Ia menilai penurunan harga yang terlalu rendah dapat menimbulkan keresahan di kalangan petani. Bahkan, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat petani bingung menentukan waktu panen karena khawatir hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi.
“Jangan sampai petani merasa cemas, waswas, bahkan bingung apakah buah sawit mereka akan dipanen atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, Sumardi juga meminta perusahaan sawit membangun kolaborasi dan kemitraan yang baik dengan para petani di Bengkulu.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara perusahaan dan petani penting untuk menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan di lingkungan perkebunan maupun pabrik.
Ia mengatakan, perusahaan dan petani sama-sama memiliki kepentingan untuk bertahan dan berkembang sehingga perlu saling menjaga hubungan baik.
“Pabrik ingin usahanya berjalan baik, petani juga ingin hidup dengan layak. Karena itu harus ada kemitraan dan saling menjaga,” ungkapnya.
Sumardi berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak mengambil kebijakan yang merugikan petani sawit di Bengkulu.
Disisi lain, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyoroti turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dinilai tidak sejalan dengan harga crude palm oil (CPO) maupun minyak goreng di pasaran.
| Harga Sawit Petani Turun, DPRD Bengkulu Desak Pengawasan Ketat Perusahaan CPO |
|
|---|
| Sidak SPPG Bengkulu, DPRD Pastikan Keamanan Makanan Program MBG |
|
|---|
| DPRD Bengkulu Tekankan Pembenahan SPPG demi Kelancaran Program Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Raperda Perampingan OPD Tak Masuk Propemperda, DPRD Bengkulu Minta Kaji Ulang |
|
|---|
| Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu Dorong Seluruh Dapur MBG Segera Kantongi Sertifikat Halal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Respon-Sumardi-usai-debat-panas-polemik-pergantian-ketua-DPRD.jpg)