Berita BPJS Kesehatan Bengkulu
BPJS Kesehatan Dorong UHC Bengkulu, Gandeng 23 Desa Lewat Program Pesiar
BPJS Kesehatan Bengkulu menggandeng 23 desa melalui program Pesiar untuk mendata dan mengaktifkan kembali peserta JKN yang tidak aktif.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Kondisi tersebut menambah jumlah masyarakat yang belum kembali aktif dalam program JKN.
Untuk itu, pihak BPJS Kesehatan meminta dukungan berbagai pihak, termasuk agen dan perangkat desa, untuk membantu mengidentifikasi masyarakat yang kepesertaannya tidak aktif.
“Kami titipkan kepada para agen di setiap desa untuk mencari informasi masyarakat yang kepesertaannya tidak aktif, lalu mencarikan solusi agar mereka bisa kembali menjadi peserta aktif JKN,” papar Anurman.
Anurman menegaskan bahwa fokus utama pada tahun 2026 bukan lagi mencari peserta baru, melainkan mengaktifkan kembali peserta yang sebelumnya sudah pernah terdaftar namun kini tidak aktif.
“Isu di tahun 2026 ini sebenarnya bukan lagi mencari orang yang belum pernah menjadi peserta, tetapi bagaimana caranya mengaktifkan kembali mereka yang sudah pernah menjadi peserta JKN,” kata Anurman.
Upaya Mencapai UHC
Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengatakan upaya tersebut dilakukan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh jaminan pelayanan kesehatan.
“Upaya kita untuk mewujudkan masyarakat yang sehat melalui program JKN-KIS BPJS Kesehatan adalah bagaimana masyarakat kita tercakup dalam Universal Health Coverage atau UHC. Karena inilah target yang harus dicapai,” ungkap Herwan.
Ia menjelaskan bahwa Provinsi Bengkulu sebenarnya telah mencapai status UHC sejak tahun 2021.
Saat itu cakupan kepesertaan JKN-KIS telah mencapai sekitar 95 persen dari total penduduk.
Namun demikian, pihaknya terus berupaya meningkatkan angka tersebut agar dapat mencapai cakupan penuh.
“Alhamdulillah Provinsi Bengkulu sudah mencapai UHC sejak 2021. Waktu itu kita sudah mencapai angka 95 persen. Target kita terus kita tingkatkan untuk mencapai angka 100 persen,” jelas Herwan.
Menurut Anurman, saat ini cakupan kepesertaan JKN-KIS di Bengkulu telah mencapai sekitar 98,6 persen.
Artinya, masih tersisa sekitar 1,2 persen masyarakat yang belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional.
“Memang belum sampai angka 100 persen. Kita masih di angka 98,6 persen. Sedikit lagi sekitar 1,2 persen, tetapi memang untuk mencapai angka 100 persen itu cukup sulit,” jelas Herwan.
| BPJS Kesehatan Gelar Sosialisasi ARIP v2.3 di Mukomuko untuk Tingkatkan Akurasi Iuran JKN ASN |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu dan DPR RI Edukasi Warga Bengkulu soal Pentingnya Program JKN |
|
|---|
| Perluas Cakupan UHC, BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Mutakhirkan Data PPNPN dan PPPK Bengkulu Selatan |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Kenalkan Kemudahan Aplikasi ARIP kepada ASN Pemkot Bengkulu |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu Jemput Bola Layani Lansia di Panti Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/bpjs-pesiar-34523.jpg)