Berita Bengkulu
Penumpang Melonjak Usai Lebaran, Bengkulu Usulkan Rute Baru ke Padang dan Palembang
Lonjakan penumpang usai Lebaran dorong Pemprov Bengkulu usulkan rute baru ke Padang dan Palembang.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Ringkasan Berita:
- Pemprov Bengkulu usulkan rute baru Bengkulu–Padang dan Bengkulu–Palembang.
- Dishub surati AirAsia, Pelita, dan TransNusa tambah penerbangan.
- Lonjakan penumpang capai lebih dari 6 persen, tiket meningkat.
- Garuda tidak lagi beroperasi, slot penerbangan berkurang.
- Penumpang harian capai 1.600 orang, dipicu aktivitas kedinasan.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Lonjakan jumlah penumpang pesawat usai Lebaran mendorong Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pembukaan rute penerbangan baru, yakni Bengkulu–Padang dan Bengkulu–Palembang, guna memperluas konektivitas dan mengatasi tingginya permintaan transportasi udara.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemprov telah mengirimkan surat resmi kepada sejumlah maskapai untuk membuka peluang tambahan jadwal penerbangan, khususnya pada rute Bengkulu–Jakarta.
Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan, menyebutkan permintaan tersebut ditujukan kepada tiga maskapai, yakni AirAsia, Pelita, dan TransNusa.
“Kami sudah menyurati tiga maskapai tersebut. Harapannya, ada yang bisa menambah frekuensi penerbangan Bengkulu–Jakarta karena permintaan masyarakat cukup tinggi,” ungkap Hendri saat ditanya wartawan di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (13/4/2026).
Selain rute ke Jakarta, Pemprov Bengkulu juga mendorong pembukaan jalur penerbangan baru guna memperluas konektivitas daerah.
Rute yang diusulkan antara lain Bengkulu–Padang dan Bengkulu–Palembang.
Menurut Hendri, rute-rute tersebut berpotensi dilayani menggunakan pesawat jenis ATR yang dinilai lebih sesuai untuk jarak menengah.
Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penumpang setelah momen Lebaran menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kebutuhan penerbangan. Bahkan, kenaikannya melampaui prediksi awal.
“Awalnya diperkirakan hanya naik sekitar 4 persen, namun realisasinya mencapai lebih dari 6 persen. Dampaknya, banyak penerbangan penuh dan harga tiket ikut mengalami kenaikan,” jelas Hendri.
Di sisi lain, berkurangnya maskapai yang beroperasi di Bengkulu turut mempersempit ketersediaan kursi penerbangan. Salah satunya setelah maskapai Garuda Indonesia tidak lagi melayani rute tersebut.
“Dengan tidak beroperasinya Garuda di Bengkulu, otomatis slot penerbangan berkurang,” tutup Hendri.
Lonjakan Penumpang di Atas Normal
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haykal, mengungkapkan jumlah penumpang meningkat signifikan dibandingkan kondisi normal sebelum Lebaran.
| Bupati Zurdi Nata Panggil Kadis yang Diduga Kunci-Ancaman 7 Wartawan di Kepahiang |
|
|---|
| Update Harga BBM Non Subsidi Naik di Bengkulu Selatan 4 Mei 2026: Dex dan Dexlite Melonjak |
|
|---|
| Mutasi Guru dan Kepsek Bengkulu Selatan Masih Tunggu Persetujuan BKN |
|
|---|
| Harga BBM Naik, Pemprov Bengkulu Akan Sesuaikan Standar Biaya Kendaraan Dinas |
|
|---|
| Bupati Bengkulu Tengah Pimpin Rapat Forkopimda Soal Cadangan Beras, Siapkan 10,5 Ton di Gudang Bulog |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Perhubungan-Provinsi-Bengkulu-Hendri-Kurniawan.jpg)