Selasa, 5 Mei 2026

Menteri Kabinet Prabowo ke Bengkulu

Dies Natalis UNIB ke-44, Menteri Rachmat Pambudy Tekankan Pembangunan Merata

Menteri Bappenas tekankan pembangunan dari Aceh hingga Papua saat orasi ilmiah di Dies Natalis ke-44 UNIB Bengkulu.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
MENTERI - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy bertukar cindramata dengan Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, di Gedung Serba Guna (GSG) UNIB, Jumat (24/4/2026). Menteri Bappenas tekankan pembangunan dari Aceh hingga Papua saat orasi ilmiah di Dies Natalis ke-44 UNIB Bengkulu. 

“Beliau juga mengarahkan bahwa kita memiliki program hutan sosial. Banyak masyarakat kita yang hidup di dalam kawasan hutan, sehingga perlu disertifikasi,” jelas Mian.

Melalui program tersebut, lanjut Mian, masyarakat dapat mengelola lahan secara legal dan produktif, termasuk membudidayakan tanaman kopi sebagai komoditas utama.

Ia berharap, langkah ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas kopi Bengkulu di tingkat nasional.

“Ke depan, kita ingin bukan hanya Lampung yang dikenal dengan kopinya, tetapi Bengkulu juga punya kopi dan punya nama,” tegas Mian.

Pemerintah Provinsi Bengkulu pun berkomitmen untuk terus mendorong hilirisasi dan penguatan sektor kopi, guna meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh terpusat di ibu kota, melainkan harus merata hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rachmat saat menghadiri kegiatan Diesnatalis UNIB ke-44 di Bengkulu.

“Pembangunan itu bukan hanya di kantor presiden. Pembangunan harus dirasakan dari Aceh sampai Papua,” ujar Rachmat.

Kehadirannya di daerah merupakan bagian dari upaya memastikan adanya kesamaan visi dan pandangan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Saya datang karena diundang oleh Bapak Rektor dan Bapak Gubernur. Saya ingin memastikan ada kesamaan visi, kesamaan pandangan, yang nantinya menjadi dasar menuju Indonesia yang adil dan makmur,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat juga menyoroti potensi besar Provinsi Bengkulu, tidak hanya pada komoditas kopi, tetapi juga pada sektor sumber daya alam lainnya seperti kelautan dan mineral.

Menurutnya, jika potensi tersebut dikelola dengan baik melalui hilirisasi berbasis keunggulan komparatif, maka dapat ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kalau kita bisa melakukan hilirisasi dengan basis keunggulan komparatif yang kuat, lalu ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka kita akan unggul,” katanya.

Rachmat juga menyinggung pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang cerdas dan bijaksana.

“Perguruan tinggi adalah tempat orang-orang pintar, tempat orang bijaksana, tempat orang cerdas. Seharusnya ini bisa mendampingi pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang adil,” tutup Rachmat.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved