Berita Bengkulu
Meski Nihil Kasus, Dinkes Bengkulu Imbau Masyarakat Antisipasi Hantavirus
Dinkes Bengkulu meminta warga waspada hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan tikus.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi, nyeri otot, sesak napas, sakit kepala, atau tubuh lemas setelah kontak dengan lingkungan yang banyak terdapat tikus.
“Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami gejala demam dan sesak napas setelah kontak dengan lingkungan yang berisiko,” katanya.
Ketenangan masyarakat tetap penting dijaga. Dengan pola hidup bersih, pengendalian tikus, dan deteksi dini gejala penyakit, risiko penularan hantavirus dapat diminimalkan.
“Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dan mewaspadai bahaya hantavirus. Kebersihan lingkungan adalah langkah utama melindungi keluarga kita,” tutupnya.
Untuk diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kemungkinan munculnya tambahan kasus hantavirus dalam beberapa pekan ke depan.
Itu terjadi pascaevakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan mengalami penyebaran wabah Hantavirus.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan masa inkubasi hantavirus yang cukup panjang membuat potensi penambahan kasus masih terbuka.
"Mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang," kata Tedros dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez di Istana Moncloa, Madrid, Selasa (12/5/2026).
Tedros menjelaskan, hingga saat ini telah tercatat 11 kasus yang berkaitan dengan wabah hantavirus di kapal tersebut.
Dari jumlah itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Sebanyak sembilan kasus telah dikonfirmasi sebagai infeksi virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang dikenal berbahaya, sementara dua kasus lainnya masih dikategorikan probable case atau kemungkinan kuat terkait hantavirus.
Meski demikian, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat secara global masih berada pada level rendah.
"Penilaian kami tetap bahwa risiko kesehatan masyarakat global masih rendah," katanya, menambahkan bahwa saat ini "tidak ada tanda-tanda" wabah yang lebih besar.
WHO merekomendasikan seluruh penumpang yang dievakuasi dari MV Hondius menjalani pemantauan kesehatan aktif selama 42 hari sejak paparan terakhir.
Masa pemantauan tersebut berlangsung hingga 21 Juni 2026.
Berita Bengkulu Terpopuler
berita bengkulu terbaru
berita bengkulu hari ini
berita bengkulu terupdate
Berita Bengkulu
| Komisi II DPRD Bengkulu Tengah Hearing dengan SPBU, Soroti Barcode hingga Pelayanan Operator |
|
|---|
| PUPR Bengkulu Selatan Bangun Pengarah Arus Pasar Bawah, Progres Capai 20 Persen |
|
|---|
| Tak Sampai 1 Jam, Sembako Gerakan Pangan Murah Bengkulu Tengah Ludes Diserbu Warga |
|
|---|
| Pemprov Klarifikasi Kehadiran Gubernur Bengkulu di Pabrik Minyak Goreng BMP yang Disegel Polisi |
|
|---|
| Warga Pematang Gubernur Khawatir Banjir Usai Sawah Ditimbun untuk Perumahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-Dinkes-Provinsi-Bengkulu-Yasman-saat-diwawacarai-persiapan-arus-mudik.jpg)