Kamis, 14 Mei 2026

Berita Bengkulu

Meski Nihil Kasus, Dinkes Bengkulu Imbau Masyarakat Antisipasi Hantavirus

Dinkes Bengkulu meminta warga waspada hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan tikus.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi
HANTAVIRUS - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman saat diwawancarai wartawan di Hotel Nala Sea Side, Kota Bengkulu, Kamis (12/3/2026). Dinkes Bengkulu meminta warga waspada hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan tikus. 

Pemantauan dapat dilakukan di fasilitas karantina yang telah ditunjuk maupun secara mandiri di rumah masing-masing.

WHO juga meminta setiap orang yang mulai mengalami gejala segera diisolasi dan mendapatkan penanganan medis.

"Siapa pun yang menunjukkan gejala harus diisolasi dan diobati segera," tambahnya

Satu Pasien Positif Hantavirus di Kalimantan Meninggal Dunia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melaporkan adanya satu kasus terkonfirmasi hantavirus yang berujung pada kematian pasien.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson, mengatakan pasien tersebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kasus itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

“Iya, ditemukan satu kasus virus Hanta di Kalimantan Barat. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh Dinkes Provinsi, salah satunya Kalimantan Barat,” ujar Harisson Senin, (11/5/2026), dilansir dari Tribun Pontianak.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merilis perkembangan kasus hantavirus di Indonesia melalui kanal resmi mereka.

Dalam laporan tersebut tercatat terdapat 23 kasus hantavirus di Indonesia, dengan satu kasus berasal dari Kalimantan Barat.

Harisson menjelaskan, pasien masuk rumah sakit pada 2 Maret 2026 dalam kondisi kesehatan yang sudah sangat buruk dan meninggal dunia sehari kemudian, yakni pada 3 Maret 2026.

 “Pasien datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi umum yang sangat buruk,”

“Sudah terjadi ikterik atau tubuh menguning, mengalami anuri atau tidak ada air kemih, serta demam tinggi yang sudah berlangsung selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Harisson, penanganan kasus hantavirus di Kalimantan Barat telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur Kementerian Kesehatan dan tata laksana penyakit zoonosis.

Ia menyebut penanganan hantavirus berfokus pada deteksi dini, isolasi pasien, terapi suportif, hingga pengendalian lingkungan serta tikus sebagai sumber penularan utama.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved