Dubes Iran Tanggapi Ide Prabowo Jadi Mediator Konflik AS-Iran: Tak Ada Perundingan atau Mediasi
Kini Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, merespons tawaran Presiden Prabowo Subianto sebagai mediator usai serangan Amerika Serikat.
"Kalau Presiden Prabowo merencanakan untuk terbang ke Teheran untuk melakukan mediasi, tidak mungkin Presiden Trump atau Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai pihak yang menyerang Iran akan bersedia berkunjung ke Teheran."
"Ini tidak realistis dan tidak akan mungkin terjadi. Kita harus jujur mengenai hal ini," tegasnya.
Dan tambah tidak mungkin lagi, lanjut Dino, dalam upaya mediasi berarti Presiden Prabowo harus bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang paling utama menyerang Iran.
"Dan ini kan secara politik, diplomatik, dan juga logistik tidak mungkin terjadi, dan ini akan menjadi political suicide atau bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri," ungkapnya.
"Jadi saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden Prabowo terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini," lanjutnya.
"Ini tidak realistis dan tidak akan mungkin terjadi. Kita harus jujur mengenai hal ini," tegasnya.
Dan tambah tidak mungkin lagi, lanjut Dino, dalam upaya mediasi berarti Presiden Prabowo harus bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang paling utama menyerang Iran.
"Dan ini kan secara politik, diplomatik, dan juga logistik tidak mungkin terjadi, dan ini akan menjadi political suicide atau bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri," ungkapnya.
"Jadi saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden Prabowo terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini," lanjutnya.
Posisi Indonesia Harus Tegas
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu menilai, yang paling penting bagi Indonesia bukan mencari peran sebagai juru damai dalam konflik ini karena ini tidak realistis.
"Tapi justru untuk menegaskan posisi Indonesia secara jelas, secara tegas, dan secara lugas. Kita harus berani menyatakan apa yang benar, benar dan apa yang salah, salah, apa pun risikonya," tekannya.
Ia menegaskan, serangan Amerika dan Israel terhadap Iran itu bertentangan dengan segala prinsip yang disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidato bersejarah di Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.
"Dan kita harus selalu konsisten menegakkan prinsip perdamaian dan norma-norma hukum internasional. Kita tidak mau nanti sejarah mencatat tidak ada satu pun skenario di mana Indonesia bersedia untuk mengkritik aksi dari negara adidaya, apa pun yang dilakukan negara adidaya tersebut."
"Dan kalau ini terjadi berarti politik luar negeri kita tidak lagi politik bebas aktif," ungkapnya.
Dino mengingatkan, sejarah mencatat Indonesia tidak ragu untuk bertentangan atau berbeda pendapat dengan Amerika Serikat.
| Gibran Tolak BBM Naik, Kini Harga Nonsubsidi Justru Naik, Ini Penjelasan Bahlil |
|
|---|
| Gibran Sempat Tegaskan BBM Tak Bakal Naik atas Perintah Presiden, Kini Harganya Malah Naik |
|
|---|
| Kepala BGN Buka Suara Soal Kaos Kaki Rp100 Ribu: Bukan Pengadaan Tapi Program SPPI |
|
|---|
| Mahfud MD Sindir Anggaran BGN Rp1 Triliun: Kaos Kaki Rp100 Ribu Dinilai Pemborosan |
|
|---|
| Tanggapan Gibran Soal Jusuf Kalla Usul Naikkan Harga BBM Demi Hemat Anggaran: Maaf Tidak Sejalan Pak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Dubes-Iran-Tanggapi-Ide-Prabowo-Jadi-Mediator-Konflik-AS-Iran-Tak-Ada-Perundinganatau-Mediasi.jpg)