Selasa, 5 Mei 2026

Dubes Iran Tanggapi Ide Prabowo Jadi Mediator Konflik AS-Iran: Tak Ada Perundingan atau Mediasi

Kini Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, merespons tawaran Presiden Prabowo Subianto sebagai mediator usai serangan Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Instagram/@Prabowo/Threads @yogyakartacity
PERANG AS-IRAN - Foto Presiden Subianto (kiri) yang menyatakan sikap bersedia untuk menjadi mediator antara Amerika Serikat dengan Iran, Rabu (4/3/2026). Kini Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, merespons tawaran Presiden Prabowo Subianto sebagai mediator usai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. 

Baik dalam kasus serangan Amerika terhadap Irak, mengenai Konvensi Hukum Laut PBB, mengenai keanggotaan Republik Rakyat Tiongkok di PBB, dan lain sebagainya.

"Berbeda pendapat itu tidak berarti bermusuhan dan bermitra tidak juga berarti kita nurut atau tunduk dengan Amerika Serikat," ungkapnya.

Usulan untuk Prabowo

Lebih lanjut Dino menganjurkan agar Prabowo menulis surat kepada Donald Trump yang memberitahukan bahwa Indonesia akan menangguhkan pengiriman pasukan perdamaian untuk International Stabilization Force (ISF) di Gaza sambil mengkaji ulang situasi serius yang sekarang sedang berkembang di Timur Tengah.

"Melalui pesan ini terhadap Presiden Donald Trump, kita juga sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang berprinsip, yang berpendirian, dan tidak mudah di-take for granted oleh negara lain. Apalagi Hamas dan kelompok lain di Palestina mempunyai kedekatan khusus dengan Iran, dan dampaknya pasti ada," ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, pasukan perdamaian Indonesia nanti praktis akan berada di bawah komando Amerika Serikat dan di bawah kendali Donald Trump sebagai ketua dari Board of Peace.

"Di bawah kepemimpinan Donald Trump yang sulit diprediksi, yang sering melanggar hukum internasional, dan sering memaksakan kehendaknya pada negara lain terutama yang lemah, kita harus menghindari risiko pasukan Indonesia terjebak dalam komplikasi yang mungkin timbul dari konflik segitiga Amerika-Israel-Iran yang masih akan terus berkembang."

"Pikirkan dengan matang-matang dan saksama. Validasi sejarah jauh lebih penting daripada validasi dari Gedung Putih," tekan Dino.

Pernyataan Kemlu RI

Melalui akun X resmi @Kemlu_RI, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut Presiden Prabowo bersedia terbang ke Teheran untuk menjadi mediator.

Berikut pernyataan lengkap Indonesia:

"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi."

"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai."

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi."

"Peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia."

"WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat," tulis Kemlu.

 

Sumber: Kompas.com  

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved