Kamis, 18 Juni 2026

Keracunan Massal di Kepahiang

Dinkes Kepahiang Terima Hasil Uji Laboratorium, Menu MBG Mengandung Staphylococcus aureus

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan MBG dan muntahan korban.

Tayang:
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Bima Kurniawan
KERACUNAN MASSAL -Kolase foto Kepala dinkes Kepahiang Tajri Fauzan saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Rabu (17/6/2026) dan pelajar saat keracunan massal beberapa waktu lalu. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan MBG dan muntahan korban. 

Ringkasan Berita:
  1. Dinkes Kepahiang menerima hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan MBG.
  2. Sebanyak 16 orang mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.
  3. Hasil laboratorium menemukan bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan dan muntahan.
  4. Dinkes menyebut ada hubungan epidemiologis antara hasil pemeriksaan makanan dan muntahan.
  5. Penjamah makanan diminta meningkatkan higienis dan sanitasi dalam pengelolaan makanan.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang menerima hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan MBG yang sebelumnya telah diuji bersama sampel muntahan korban.

Diketahui sebelumnya telah terjadi insiden dugaan keracunan massal yang menimpa sejumlah siswa SD Negeri 18 Kepahiang usai mengonsumsi makanan dari MBG pada Kamis (4/6/2026).

Jumlah korban dugaan keracunan berjumlah 16 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan penjaga sekolah yang dilarikan ke Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang.

Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, sesak napas, hingga gatal pada tenggorokan sehingga harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

Dari keluhan tersebut, pihaknya menindaklanjuti dengan memberikan infus serta obat.

Dari penanganan tersebut, seluruh pasien dengan keluhan tersebut berangsur pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Atas kejadian tersebut, Dinkes Kepahiang telah mengambil sampel makanan dan muntahan siswa untuk dilakukan uji laboratorium.

Hasil Uji Laboratorium

Kepala Dinkes Kepahiang, Tajri Fauzan, mengungkapkan hasil uji laboratorium sampel tersebut telah keluar.

"Alhamdulillah hasil uji laboratorium sampel MBG dan muntahan siswa sudah kita terima," ucap Tajri.

Berdasarkan hasil uji laboratorium pada kedua sampel tersebut terdapat bakteri bernama Staphylococcus aureus.

"Sesuai dengan hasil analisis menunjukan bahwa adanya bakteri Staphylococcus aureus pada muntahan korban dan hasil uji laboratorium BPOM pada makanan MBG adanya cemaran Staphylococcus aureus," ungkap Tajri.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved