Keracunan Massal di Kepahiang
Dinkes Kepahiang Terima Hasil Uji Laboratorium, Menu MBG Mengandung Staphylococcus aureus
Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Staphylococcus aureus pada sampel makanan MBG dan muntahan korban.
Penulis: Bima Kurniawan | Editor: Ricky Jenihansen
Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.
“Harapannya ke depan tidak terjadi lagi dan makanan lebih selektif sebelum diberikan ke anak-anak,” katanya.
Senada dengan Rio yang anaknya juga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
"Iya anak saya keracunan dengan gejala muntah hingga dibawa ke Puskesmas Kelobak sekitar jam 10.00 WIB. Kalau penyebab nya kita kurang tau yang jelasnya dia ini sempat makan dari makanan MBG itu," jelas Rio.
Dirinya mengaku trauma atas apa yang dialami anaknya yang masih berusia sembilan tahun dan duduk di bangku kelas tiga SD 18 Kepahiang tersebut.
"Trauma dan kekhawatiran kita jelas ada, kedepannya kalau masih ada program ini harus ditingkatkan lagi dan yakinkan masyarakat agar tidak terjadi lagi," pungkas Rio.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
| Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kepahiang, Hasil Uji Sampel Diserahkan ke Dinkes |
|
|---|
| Hasil Lab Dugaan Keracunan MBG di SDN 18 Kepahiang Keluar, Loka POM Serahkan ke Dinkes |
|
|---|
| Imbas Keracunan Massal di SDN 18 Kepahiang, Dapur MBG di Taba Tebelet Ditutup Sementara |
|
|---|
| Dinkes Kepahiang Tanggapi Dugaan Keracunan MBG di SDN 18, Sampel Sudah Dikirim ke BPOM |
|
|---|
| Ketua DPRD Desak Evaluasi SPPG-Pengawasan Diperketat Imbas Keracunan Massal Pelajar SD 18 Kepahiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/KEPAHIANG-KERACUNAN-MASSAL-2353464-HASIL-LAB.jpg)