Kamis, 4 Juni 2026

Hari Guru 2025

Terkesan Perayaan Hari Guru 2025, Gubernur Helmi Beri Hadiah Rp1,1 Miliar untuk PGRI

PGRI Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota diberikan hadiah Rp 1,1 miliar dari Pemprov Bengkulu.

Tayang:
Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
HGN 2025 KEPAHIANG - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan saat HGN 2025 di Kepahiang, Senin (25/11/2025). Dia memberikan hadiah Rp 1,1 miliar untuk PGRI di acara ini. 

Ringkasan Berita:
  • Helmi Terkesan dengan penampilan para guru dalam peringatan HGN 2025 ini, sehingga memberikan hadiah ini untuk program kerja PGRI.
  • Helmi memberikan PGRI Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota  hadiah Rp 1,1 miliar dari Pemprov Bengkulu.
  • Pemprov Bengkulu akan memberikan perlindungan dengan menyediakan bantuan hukum dan penasehat hukum profesional untuk para guru.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bengkulu dan kabupaten/kota diberikan hadiah Rp 1,1 miliar dari Pemprov Bengkulu.

Hadiah ini diberikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kepahiang, Senin (24/11/2025).

Menurut Helmi, dirinya merasa terkesan dengan penampilan para guru dalam peringatan HGN 2025 ini, sehingga memberikan hadiah ini untuk program kerja PGRI.

"Ini hadiah untuk PGRI Provinsi Bengkulu, Kepahiang, dan kabupaten/kota yang lain," kata Helmi Hasan kepada TribunBengkulu.com.

Hadiah ini, harus dimanfaatkan dengan baik oleh PGRI provinsi dan PGRI kabupaten/kota, untuk mendukung program-program kerja yang ada.

Baca juga: Hari Guru 2025, Gubernur Bengkulu Helmi Ungkap Kisah Pernah Dipukul Guru tapi Tak Berani Lapor Ortu

"Jangan berebut, manfaatkan bersama-sama," ujar dia.

Di peringatan HGN 2025 ini, Helmi juga menegaskan agar tidak ada kejadian guru menjadi korban kriminalisasi di Bengkulu.

Helmi juga menceritakan kisahnya saat masih menempuh pendidikan di SMP dan SMA, dan terbiasa menghadapi pendidikan dengan hukuman fisik.

Menurut Helmi saat itu dirinya masih sekolah di SMP 255 dan SMA 100, Jakarta Timur.

Ketika itu, para guru menyediakan penggaris kayu panjang, untuk memberikan hukuman fisik kepada siswa yang bandel.

"Jadi, kalau kita datang terlambat, atau bolos melompat pagar, pak Simanjohan, gurunya masih saya ingat, maka kami dibariskan dijejerkan, dan dipukul penggaris kayu," kata Helmi saat berbicara di hadapan ribuan guru saat peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kepahiang, Senin (24/11/2025).

Namun, pada waktu itu, Helmi mengatakan dirinya dan teman-teman tidak berani melaporkan hal ini ke orang tua atau keluarga.

Jika melapor, bukannya dibela, malah hukuman mereka akan ditambah oleh orang tua.

"Bukannya dibela, malah ditambah," ujar dia.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved