Senin, 27 April 2026

Driver Ojol Dilindas Baraccuda Brimob

Publik Murka! Presiden Prabowo Buka Suara, Driver Ojol Affan Tewas Dilindas Barracuda Brimob

Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal kematian tragis driver Ojol Affan Kurniawan dilindas Barracuda Brimob, Kamis (28/8/2025).

Editor: Yunike Karolina
Tribunnews.com/Dok.Sekretariat Presiden
RANTIS TABRAK OJOL - (kiri) Tangkapan layar video viral mobil rantis Brimob Polri menabrak dan melindas pengemudi ojek online di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. (Dok. Istimewa). (kanan) Tangkapan layar foto Prabowo Subianto yang buka suara terkait demo yang menewaskan driver ojol bernama Affan Kurniawan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Publik murka, Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal kematian tragis driver Ojek Online (Online) Affan Kurniawan dilindas Kendaraan Taktis (randis) di tengah demo DPR RI, pada Kamis malam (28/8/2025).

Mobil rantis Brimob adalah kendaraan taktis lapis baja berjenis Barracuda yang digunakan untuk pengamanan massa.

Insiden itu terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Lokasi Affan ditabrak rantis Brimob sekitar 1,2 km dari Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat.

Kejadian bermula saat ribuan buruh melakukan demo di depan Gedung DPR RI dengan dipimpin oleh Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), pada Kamis (28/8/2025).

Tuntutan mereka adalah kenaikan upah, pajak dan perlindungan kerja.

Pada sore hari massa dari buruh membubarkan diri dan demo diisi oleh sejumlah mahasiswa dan warga yang menolak kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI.

Sore menjelang Magrib terjadi kericuhan, yakni aksi melempar botol, membakar ban dan menyalakan petasan.

Petugas kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa ke arah Flyer Pejompongan.

Kericuhan menyebar hingga malam hari dan terjadi insiden pengemudi ojok online tewas terlindas rantis Brimob sekitar pukul 22.00 WIB.

Video Affan terlindas rantis Brimob viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, sejumlah orang berhamburan menyelamatkan diri, namun Affan yang saat itu tengah mengantar pesanan makanan tak sempat menghindar.

Korban sempat menoleh ke arah kendaraan, namun cepatnya laju rantis membuatnya tergilas.

Warga sempat berteriak, kendaraan berhenti sebentar, namun kemudian melaju kembali meninggalkan korban yang terkapar di jalan.

Abdul (29), saksi mata, menyebut laju rantis saat itu sangat tidak terkendali.

“Dia benar-benar ugal-ugalan. Siapa pun di depannya ditabrak,” ujar saksi mata.

Peristiwa tersebut memicu reaksi publik. Bahkan kematian tragis Affan memicu demo driver ojol ke Mako Brimob, pada Jumat (29/8/2025).

Menyikapi hal itu Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya kepada pemerintah.

"Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya Pimpin. Pemerintah yang saya Pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Presiden dalam pernyataan yang diterima Tribunnews, Jumat, (29/8/2025).

Prabowo mempersilakan masyarakat  untuk menyampaikan aspirasi. Pemerintah akan melakukan perbaikan apabila hal itu memang diperlukan.

"Aspirasi yang sah silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki," katanya.

Pemerintah juga akan mencatat semua keluhan masyarakat. Pemerintah juga akan menindaklanjuti keluhan tersebut

"Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindaklanjuti," ujarnya.

Baca juga: Detik-detik Affan Driver Ojol Tewas Dilindas Barracuda Brimob,  Antar Makanan saat Demo DPR


Berikut isi lengkap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (29/8/2025)

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om Swastiastu. Namo Buddhaya.

Saudara-saudara sekalian, saya telah mengikuti perkembangan beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam di mana ada demonstrasi yang mengarah kepada tindakan-tindakan anarkis.

Juga, ada peristiwa di mana petugas telah menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan pengemudi ojol tersebut, almarhum Affan Kurniawan, tadi malam meninggal dunia.

Saya atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya maupun adik-adik dan kakak-kakaknya.

Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya sudah perintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab.

Seandainya, diketemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.

Dalam situasi seperti ini, saya menghimbau semua masyarakat untuk tenang, untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita. Semua keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindaklanjuti.

Saya juga menghimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos, tidak diberi kesempatan. Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita.

Bangsa kita sedang berbenah diri. Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, semua kekuatan, semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

Kita akan menjadi bangsa yang maju. Kita akan jadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain.

Untuk itu, kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.

Saya kira itu pesan saya.

Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Om santi santi santi om. Namo Buddhaya. Terima kasih. Merdeka.

Kapolri Minta Maaf dan Janji Usut Tuntas

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mendatangi keluarga korban di RSCM, Jumat dini hari.

Ia menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf atas insiden tersebut.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam, sekaligus permohonan maaf dari institusi kami," ujar Listyo.

Ia menegaskan kasus ini akan diusut hingga tuntas.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga menegaskan anggota yang bersalah akan ditindak sesuai aturan.

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebut tujuh anggota Brimob telah diamankan untuk pemeriksaan, termasuk perwira berpangkat Kompol hingga bintara.

Tujuh Anggota Brimob Diamankan

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim mengatakan, tujuh anggota Brimob telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan gabungan atas peristiwa tersebut.

Adapun ketujuh anggota Brimob itu di antaranya Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.

“Jadi saat ini perlu saya sampaikan, pelaku tujuh orang sudah diamankan dan sudah kita lakukan pemeriksaan gabungan dari Propam Polri dan Brimob Polri,” ujar Irjen Abdul Karim, Jumat (29/8/2025).

Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, karena para anggota tersebut berdinas di satuan Brimob Polda Metro Jaya.

“Kendaraan yang digunakan dalam insiden ini juga sudah diamankan di Kwitang,” tambah Abdul Karim.

Hingga kini, Propam Polri bersama Brimob masih mendalami peran masing-masing anggota dalam peristiwa tersebut. 

Proses hukum dipastikan akan berjalan sesuai aturan yang berlaku

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved