Berita Rejang Lebong
Kasus DBD di Rejang Lebong Turun Drastis, November–Desember Nihil Temuan
Kasus DBD di Rejang Lebong menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
Ringkasan Berita:
- Kasus DBD di Rejang Lebong turun drastis dalam tiga bulan terakhir
- Pada November 2025 tidak ditemukan satu pun kasus DBD di Rejang Lebong
- Fogging bukanlah solusi utama dalam pengendalian DBD
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 133 kasus DBD. Namun di November 2025 tidak ditemukan satu pun kasus.
Bahkan hingga pertengahan Desember 2025 juga belum ada laporan kasus DBD, meski waktu masih berjalan.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Rejang Lebong, Titin Julita, SKM, mengatakan penurunan drastis ini merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di mana data ini merupakan laporan dari seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Rejang Lebong.
“Penurunan ini merupakan hasil dari peningkatan upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” ungkap Titin kepada TribunBengkulu.com.
Ia mengakui, meskipun kondisi cuaca buruk terjadi dalam beberapa waktu terakhir, hal tersebut tidak diikuti dengan lonjakan kasus DBD.
Menurutnya, hal ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang mulai rutin melaksanakan PSN serta program Jumat Bersih di desa dan kelurahan.
Dari bulan November hingga pertengahan Desember ini, belum ada lagi ditemukan kasus DBD di Rejang Lebong.
"Betul, sejauh ini belum ada kasus DBD di Rejang Lebong, mudah-mudahan tetap tidak ada sampai akhir tahun nanti," lanjut Titin.
Titin menegaskan, fogging bukanlah solusi utama dalam pengendalian DBD dan hanya dilakukan sebagai opsi terakhir.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu mengedepankan upaya fogging jika terjadi kasus DBD.
“Fogging itu sifatnya sementara dan tidak terlalu efektif. Yang paling efektif tetap gerakan 3M Plus. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama menekan penyebaran DBD,” jelasnya.
Meski kasus DBD menurun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan.
| Ini Jadwal Pencairan Gaji ke-13 ASN dan PPPK Rejang Lebong |
|
|---|
| Banyak Dapur MBG di Rejang Lebong Belum Penuhi Standar IPAL, DLH Minta Segera Diperbaiki |
|
|---|
| Gaji ke-13 ASN di Rejang Lebong Cair Pertengahan Juni 2026, Apakah PPPK Juga Dapat? |
|
|---|
| Catat! Gaji ke-13 PNS dan PPPK Rejang Lebong Segera Cair |
|
|---|
| Pertengahan Tahun 2026, Realisasi Pembangunan Rejang Lebong Masih Nihil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Dinkes-RLll.jpg)