Kasus Campak di Bengkulu
Waspada! Kemenkes Peringatkan Lonjakan Campak 2026, Rejang Lebong Ada 26 Kasus Suspek
Kemenkes RI Keluarkan Peringatan Lonjakan Campa 2026, Rejang Lebong Catat 26 Kasus Suspect.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, juga terjadi peningkatan kasus campak pada tahun 2026 ini.
- Sebaran kasus suspect campak di Rejang Lebong tidak terpusat di satu wilayah, melainkan tersebar di 10 puskesmas.
- Dinkes Rejang Lebong juga memastikan telah menindaklanjuti instruksi dari Kemenkes RI dengan memperkuat pemantauan dan upaya pencegahan.
Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan peringatan terkait lonjakan kasus campak secara nasional pada triwulan pertama 2026.
Lonjakan kasus campak di Indonesia hingga triwulan pertama tahun 2026 menjadi perhatian serius pemerintah. Peringatan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 yang berisi instruksi peningkatan kewaspadaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah ini diambil menyusul munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah daerah di Indonesia.
Pemerintah menekankan pentingnya deteksi dini, pelaporan cepat, serta penanganan tepat guna mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.
Dalam surat edaran tersebut, Kemenkes RI secara khusus meminta tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak.
Baca juga: Aksi Nekat Remaja di Rejang Lebong Bobol Rumah-Curi Uang Tetangga Demi Beli Rokok
Upaya ini meliputi pemantauan kasus, pelaporan secara aktif, serta penguatan sistem surveilans di fasilitas kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan gejala yang mengarah pada campak, agar dapat segera dilakukan penelusuran dan penanganan oleh pihak terkait.
Rejang Lebong Catat 26 Kasus Suspect Campak
Sementara itu, di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, juga terjadi peningkatan kasus campak pada tahun 2026 ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong, drg Asep Budiman melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita, menyebutkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 26 kasus suspect campak.
“Kalau secara nasional memang meningkat, kalau di Rejang Lebong memang ada peningkatan, tetapi belum masuk kategori KLB,”ungkap Titin saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (30/3/2026).
Saat ini Dinkes Rejang Lebong terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus campak di wilayah tersebut.
Kasus Tersebar di 10 Puskesmas
Menurut Titin, sebaran kasus suspect campak di Rejang Lebong tidak terpusat di satu wilayah, melainkan tersebar di 10 puskesmas.
Meski demikian, kondisi tersebut masih dinilai relatif aman dan terkendali. Temuan kasusnya juga tidak terjadi setiap minggunya.
Berita Rejang Lebong Bengkulu
Berita Rejang Lebong Terkini
Berita Rejang Lebong
Dinkes Rejang Lebong
Kasus Campak di Bengkulu
| Balita Suspek Campak di Rejang Lebong Meninggal Dunia, Dinkes Intensifkan Tracing |
|
|---|
| Balita di Rejang Lebong Meninggal Dunia Diduga Terjangkit Campak |
|
|---|
| Kasus Suspek Campak di Bengkulu Tengah Naik Tajam, Dinkes Minta Orang Tua Tingkatkan Kewaspadaan |
|
|---|
| Kasus Campak Meningkat di Kota Bengkulu, Warga Diimbau Imunisasi Anak |
|
|---|
| Imunisasi MR Jadi Kunci Cegah Wabah Campak di Bengkulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Dinkes-RLll.jpg)