Senin, 20 April 2026

Berita Seluma

Kronologi Tragis, Warga Seluma Tewas Tersengat Listrik Saat Panen Sawit

Panen Sawit, Warga Kelurahan Talang Saling Seluma Bengkulu Meninggal Dunia

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
OLAH TKP: Terlihat pihak kepolisian dari Polres Seluma, saat melakukan olah TKP warga Kelurahan Talang Saling meninggal dunia akibat tersengat listrik saat panen sawit, Sabtu pagi (18/4/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa naas yang merenggut korban jiwa ini bermula saat korban bermaksud memanen TBS kelapa sawit di Kelurahan Lubuk Lintang.
  • Korban menggunakan egrek sepanjang 12 meter, untuk menjatuhkan TBS yang tingginya telah mencapai 10 meter. 
  • Korban mengalami luka bakar di telapak tangan dan telapak kaki. 

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Seorang warga Desa Talang Saling, Kabupaten Seluma, Bengkulu, meninggal dunia setelah tersengat listrik saat melakukan aktivitas panen sawit.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban diduga tidak sengaja menyentuh sumber aliran listrik di lokasi kebun.

Nasib tersebut dialami Agung Refaldi (25) warga Kelurahan Talang Saling Kecamatan Seluma, Sabtu pagi (18/4/2026). 

Agung meregang nyawa saat sedang panen TBS kelapa sawit di Kelurahan Lubuk Lintang Kecamatan Seluma.

Pasalnya, egrek yang digunakannya menyenggol jaringan listrik PLN bertegangan tinggi.

Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan membenarkan peristiwa ini.

Dia mengatakan, korban sempat dilarikan ke RSUD Tais. Namun nyawa korban tetap tak bisa diselamatkan. 

"Korban meninggal dunia akibat tersengat listrik tegangan tinggi. Egrek yang digunakannya saat panen TBS, tersenggol jaringan listrik yang ada di kebunnya," terang Kapolres Seluma dikonfirmasi Sabtu siang (18/4/2026). 

Dijelaskan Kapolres, peristiwa naas yang merenggut korban jiwa ini bermula saat korban bermaksud memanen TBS kelapa sawit di Kelurahan Lubuk Lintang.

Baca juga: Mantan Sekda Seluma Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di Izin Tambang

Korban menggunakan egrek sepanjang 12 meter, untuk menjatuhkan TBS yang tingginya telah mencapai 10 meter. 

"Saat korban mengangkat egrek, tidak sengaja egrek yang dipegang korban tersangkut jaringan listrik yang ada di dekat pohon kelapa sawit. Sontak korban tersengat dan langsung tak sadarkan diri," ungkap Bonar Pakpahan. 

Akibat sengatan listrik bertegangan tinggi ini, korban mengalami luka bakar di telapak tangan dan telapak kaki.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Tais oleh warga yang melihat korban. 

Namun korban tak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved