Kamis, 11 Juni 2026

Berita Seluma

Kondisi Jembatan di Desa Arang Sapat Seluma Rusak Parah Butuh Perbaikan Segera

Kondisi Jembatan Desa Arang Sapat Seluma Bengkulu, Rusak Parah Butuh Perbaikan Segera

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
BUTUH PERBAIKAN SEGERA: Inilah kondisi jembatan penghubung Desa Arang Sapat Kecamatan Lubuk Sandi di foto 17 Februari 2026. Jembatan ini butuh perbaikan lantai jembatan segera, agar tidak membahayakan masyarakat 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan penghubung di Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu saat ini memprihatinkan.
  • Karena kondisinya yang rusak, masyarakat terpaksa bergotong royong melakukan perbaikan sementara pada lantai jembatan.
  • Perbaikan darurat itu bahkan dilakukan setiap tiga hari sekali untuk memastikan jembatan tetap bisa dilalui.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Kondisi jembatan penghubung di Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu saat ini memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera.

Jembatan yang menjadi akses utama warga Desa Arang Sapat dan Desa Cawang tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian lantai.

Papan lantai jembatan lapuk sehingga menyulitkan masyarakat saat melintas, terutama bagi kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Kepala Desa Arang Sapat, Hengky Gustian mengatakan kondisi jembatan semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Kerusakan pada lantai jembatan membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak terjadi kecelakaan. 

“Jembatan ini adalah akses satu-satunya bagi masyarakat Desa Arang Sapat dan juga Desa Cawang. Hampir seluruh aktivitas warga, baik untuk pergi ke kebun, mengangkut hasil pertanian, hingga keperluan sehari-hari, harus melalui jembatan ini,” jelas Hengky dikonfirmasi Tribunbengkulu.com Selasa 17 Februari 2026.

Keberadaan jembatan tersebut sangat vital untuk perputaran ekonomi masyarakat.

Baca juga: Bupati Seluma Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Diminta Siaga 24 Jam

Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, seperti kopi, kelapa sawit dan karet. Setiap hari, hasil kebun tersebut diangkut melewati jembatan tersebut.

Karena kondisinya yang rusak, masyarakat terpaksa bergotong royong melakukan perbaikan sementara pada lantai jembatan.

Perbaikan darurat itu bahkan dilakukan setiap tiga hari sekali untuk memastikan jembatan tetap bisa dilalui.

“Warga selalu gotong royong memperbaiki lantai jembatan. Biasanya setiap tiga hari sekali kami perbaiki seadanya agar tetap bisa dilewati. Kalau tidak diperbaiki, sangat berbahaya saat dilewati,” ungkap Hengky. 

Perbaikan swadaya yang dilakukan masyarakat tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. Material kayu yang digunakan cepat rusak karena sering dilalui kendaraan bermuatan berat.

Pemerintah desa dan masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dapat segera merealisasikan pembangunan atau perbaikan permanen jembatan tersebut.

Pasalnya, usulan perbaikan telah disampaikan hampir setiap tahun, baik melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat desa maupun kecamatan.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved