Senin, 20 April 2026

Idul Adha 2022

Harga Sapi di Bengkulu Naik Jelang Idul Adha, Kenaikan Dipicu Akibat Adanya PMK

Menjelang hari raya idul adha 1443 Hijriyah, harga hewan qurban mengalami kenaikan yang signifikan terutama pada sapi.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Edi saat melakukan perawatan terhadap hewan ternak miliknya di Kota Bengkulu, Selasa (7/6/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Menjelang hari raya idul adha 1443 Hijriyah, harga hewan qurban mengalami kenaikan yang signifikan terutama pada sapi.

Hal itu juga imbas dari adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, mengakibatkan harga sapi mengalami kenaikan mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

Baca juga: UPDATE Istri Bacok Suami di Lebong, Keduanya Masih Menjalani Perawatan, Polisi Tunggu Laporan

Salah satu pedagang sapi di Kota Bengkulu Edi (43) menyebutkan, kenaikan harga ini terjadi akibat dari sulitnya menemukan sapi yang akan dilakukan penggemukan.

"Karena PMK, jadinya sapi dari luar Provinsi Bengkulu tidak bisa masuk ke Bengkulu karena takut menularkan penyakit. Sehingga kita mengalami kesulitan mendapatkan sapi," ujar Edi kepada TribunBengkulu.com, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Cekcok hingga Berlanjut ke Polisi, Dua Emak-emak di Kepahiang Berpelukan Setelah Sepakat Damai

Menurutnya, saat ini meski modal untuk membeli sapi mengalami kenaikan, dirinya tetap menyediakan sapi untuk qurban, dikarenakan permintaan masih tinggi.

"Kita masih sediakan sapi, karena pelanggan kita pasti nanya nantinya, tapi kita stok hanya sedikit kalau kondisi seperti ini," kata Edi.

Baca juga: BREAKING NEWS: ART di Kota Bengkulu Diduga Dianiaya Majikan Oknum Polisi Sejak 6 Bulan Lalu

Edi pun saat ini terpaksa menaikkan harga jual sapi, dikarenakan sulitnya mendapatkan pasokan sapi di Provinsi Bengkulu.

"Saya dapat sapi ini dari peternak yang berada di Kecamatan Ketahun, itu pun dengan modal yang tinggi, biasanya untuk sapi dengan berat 80 kilogram itu harganya Rp 15 juta, namun saat ini sudah mencapai Rp 16,5 juta," ungkap Edi.

Baca juga: UPDATE Dugaan Kasus Korupsi Replanting di Bengkulu Utara, Jaksa Masih Lengkapi Bukti Kerugian Negara

Terkait PMK, menurut Edi, dirinya belum mendapatkan informasi adanya hewan di Provinsi Bengkulu yang terjangkit PMK hingga saat ini.

"Sampai sekarang sih, saya belum mendapatkan informasi adanya sapi yang terjangkit PMK, dan semoga saja tidak ada," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved