Korupsi RDTR di Bengkulu Tengah

3 Tersangka Korupsi RDTR di Kabupaten Bengkulu Tengah Diminta Segera Kembalikan Kerugian Uang Negara

Tiga tersangka kasus korupsi pembuatan rencana detil tata ruang (RDTR) Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera mengembalikan uang negara.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Kajari Bengkulu Tengah, Tri Widodo meminta 3 tersangka kasus korupsi pembuatan rencana detil tata ruang (RDTR) Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera mengembalikan uang kerugian negara, saat ditemui usai mengikuti peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 62 pada Sabtu (16/7/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Tiga tersangka kasus korupsi pembuatan rencana detil tata ruang (RDTR) Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera mengembalikan Kerugian uang negara.

Hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkulu Tengah, Tri Widodo, Sabtu (16/7/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejati Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Replanting Sawit di Bengkulu Utara

"Kita mohon agar segera di kembalikan, agar uang tersebut bisa digunakan untuk membuat RDTR Bengkulu Tengah yang lebih baik," kata Tri Widodo saat ditemui usai mengikuti peringatan hari Bhakti Adhyaksa ke 62 pada Sabtu (16/7/2022).

Kasus yang menjerat mantan sekretaris daerah (Sekda) Bengkulu Tengah Edi Hermansyah tersebut saat ini masih dalam tahap pemberkasan yang menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar Rp 272.238.720.

Baca juga: Harga TBS Sawit Naik Lagi di Bengkulu Tengah, Petani Masih Mogok Tunda Panen Sawit

"Kita masih tahap pemberkasan, dan memeriksa beberapa saksi lagi, terget kita berkas bisa cepat selesai dan cepat kita limpahkan ke pengadilan," ujar Tri Widodo.

Kejari Bengkulu Tengah bahkan menambah 7 orang Jaksa penuntut umum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam kasus ini.

Baca juga: Ini Tanggapan Pegadaian Bengkulu Soal Viral Oknum Satpam Pegadaian Diduga Lecehkan Pelanggan

"Target kita September ini sudah dilimpahkan ke pengadilan, hingga saat ini kita sudah memeriksa 20 lebih saksi," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved