Warga Bengkulu Tengah Tertangkap Tangan Timbun BBM Gunakan Tangki Modifikasi, 350 L Pertalite Disita

Satu orang pelaku penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ditangkap polisi di Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (6/9/2022). 

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
HO Polres Bengkulu Tengah
Pihak kepolisian saat berada di lokasi penimbunan BBM jenis pertalite di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Bengkulu Tengah, Selasa (7/9/2022) malam.  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Satu orang pelaku penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite ditangkap polisi di Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (6/9/2022). 

Pelaku tertangkap tanggan saat sedang mengisi jeriken dari tangki modifikasi mobil jenis Kijang Jantan dengan tujuan menimbun BBM subsidi jenis pertalite tersebut.

Kasatreskrim Polres Bengkulu Tengah, Iptu Donald Sianturi menjelaskan pelaku penimbunan pertalite berinisial Sa (41) warga Desa Sukarami Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah ditangkap saat sedang menyalin pertalite. 

"Sekira pukul 19.30 WIB Selasa (6/9/2022) tim mencurigai adanya mobil yang bolak-balik SPBU dan saat diselidiki ternyata pelaku melakukan penimbunan BBM," ujar Donald kepada TribunBengkulu.com, Rabu (7/9/2022). 

Setelah melakukan pengamatan, tim opsnal Reskrim Polres Bengkulu Tengah pun mengikuti mobil yang digunakan pelaku hingga berhenti di garasi milik sepupu pelaku yang berada di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi Bengkulu Tengah

"Saat tim datang, kita dapati 10 jeriken berisi pertalite sebanyak 350 liter dan pelaku langsung kita amankan di Mapolres Bengkulu Tengah," ujar Donald. 

Dari pengakuan pelaku, aksi penimbunan BBM jenis pertalite tersebut telah dilakukannya sejak tahun 2021 lalu.

"Pertalite tersebut akan dijual kembali oleh pelaku kepada pengecer yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah dan hal tersebut merupakan pekerjaan utama pelaku," kata Donald. 

Saat ini, satu unit mobil merk Toyota jenis Kijang Jantan dengan tangki modifikasi serta 10 jeriken minyak berisi masing-masing 35 liter juga turut diamankan. 

"Kita sangkakan kepada pelaku dengan pasal 55 sub pasal 53 huruf b dan d juncto pasal 23 ayat 2 huruf b dan d UU nomor 22 tahun 2020 tentang cipta kerja atas perubahan UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak bumi dan gas, dengan ancaman enam tahun penjara," ungkap Donald.

Baca juga: Pasokan TBS Sawit Terus Berkurang, Pabrik Sawit di Kaur Kembali Naikan Harga TBS Sawit

Baca juga: Demo Tolak Harga BBM Naik di Bengkulu Bentrok, Polisi Pastikan Mahasiswa Ditangkap Sudah Dibebaskan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved