Jalan Kepahiang Bengkulu Macet

Pohon Raksasa 'Tikungan Hantu Bauk' Kepahiang Berusia 105 Tahun, Sulit Ditebang Sebabkan Macet

Menurut cerita warga sekitar, pohon yang sulit ditebang itu jenis pohon karet dan dianggap ada penunggu atau makhluk tak kasat mata.

HO Warga/TribunBengkulu.com
Inilah Pohon raksasa 'Tikungan Hantu Bauk' yang sulit ditebang oleh pihak BPJN Bengkulu, Dinas LHK Bengkulu, Dishub Provinsi Bengkulu, LHK Kepahiang, BKSDA Bengkulu, BPBD Provinsi Bengkulu, BPBD Kepahiang serta Polres Kepahiang, pada Rabu (7/9/2022) malam. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Pohon Raksasa 'Tikungan Hantu Bauk' Kepahiang dianggap mistis oleh warga yang sulit ditebang hingga sebabkan kemacetan ternyata berusia 105 tahun.

Menurut cerita warga sekitar, pohon yang sulit ditebang itu jenis pohon karet dan dianggap ada penunggu atau makhluk tak kasat mata.

Pohon besar dengan tinggi hingga puluhan meter tersebut sudah ditanam sejak 1917 lalu.

"Ada penunggunya pohon itu, sering disebut jin hitam, bentuknya serba hitam atau sering kami sebut tikungan Hantu Bauk. Saya tahu hal itu karena pernah mimpi didatangi poyang saya tahun 1984 lalu," ujar Amrin (67) Juru Kunci Bukit Juvi, saat diwawancarai Tribunbengkulu.com, pada Rabu (7/9/2022).

Amrin (67) salah seorang warga yang juga merupakan juru kunci Bukit Juvi, tempat pohon karet itu ditebang, saat diwawancarai oleh tribunbengkulu.com pada Rabu (7/9/2022)
Amrin (67) salah seorang warga yang juga merupakan juru kunci Bukit Juvi, tempat pohon karet itu ditebang, saat diwawancarai oleh tribunbengkulu.com pada Rabu (7/9/2022) (Panji Destama/TribunBengkulu.com)

Menurut Amrin, 'Jin Hitam' itu kembali ke Riak Siabun, Kabupaten Seluma.

Sebelum dilakukan penebangan pohon karet itu juga ditemukan sesajen di dekat pohon.

Baca juga: Penampakan Pohon Raksasa Tikungan Hantu Bauk Kepahiang, Sulit Ditebang Hingga Sebabkan Macet Parah

"Sering orang ngasih sesajen di sana. Sebelum penebangan pohon tadi sebaiknya dikasih sajen dulu yang serba hitam lah makanannya tanpa garam. Dia (Jin Hitam) tidak nahan pohon itu lagi kadang dia juga istirahat di dekat pohon di sana, karena ada pondok untuk dia istirahat di sana," ucapnya.

Disclaimer Reporter TribunBengkulu.com hanya menuliskan hasil wawancaranya dengan warga sekitar, Tribuners boleh mempercayai atau tidak.

Penebangan pohon raksasa itu dilakukan oleh pihak BPJN Bengkulu, Dinas LHK Bengkulu, Dishub Provinsi Bengkulu, LHK Kepahiang, BKSDA Bengkulu, BPBD Provinsi Bengkulu, BPBD Kepahiang serta Polres Kepahiang, sejak Rabu (7/9/2022) malam.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved