Kamis, 23 April 2026

Dinas PMD Provinsi Bengkulu Bawa 2 Inovator Terbaik ke Ajang TTG Nusantara XXIII

Tidak hanya itu, sebagai apresiasi terhadap temuan inovasi baru Kementerian Desa PDTT juga diberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berhasil.

Editor: Hendrik Budiman
HO TribunBengkulu.com
Kementerian Desa, Pambangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke XXIII di Kabupaten Cirebon, Rabu (19/10/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kementerian Desa, Pambangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke XXIII di Kabupaten Cirebon, Rabu (19/10/2022).

Pada kegiatan ini sejumlah temuan baru dari bidang pertanian, perikanan, perkebunan maupun lainnya turut ditampilkan, hasil kerja keras masyarakat, kepala desa, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Tidak hanya itu, sebagai apresiasi terhadap temuan inovasi baru Kementerian Desa PDTT juga diberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berhasil menciptakan teknologi terbarukan ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu RA Denni membawa Inovator terbaik yakni Eka Waryono dan Syaifudin Zuhri pada acara TTG Nusantara Ke XXIII di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Dinkes Provinsi Bengkulu Imbau Dokter Tak Beri Resep Obat Sirup

Gelaran tersebut dihadiri oleh 1.136 peserta dan diikuti oleh 52 inventor yang terdiri dari Inovasi TTG dengan peserta sebanyak 20 inovator, TTG unggulan dengan peserta sebanyak 19 inovator, dan Posyantek Desa Berprestasi sebanyak 13 Posyantek dari seluruh provinsi di Indonesia.

Mewakili Provinsi Bengkulu, Eka Waryono adalah inovator inovasi teknologi mesin bubut kayu simple portable dengan mini cnc.

Sedangkan Syaifudin Zuhri adalah inovator TTG unggulan roasting standar super efisien.

Dikatakan Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu RA Denni, bahwa dengan acara ini bisa meningkatkan motivasi dari seluruh kabupaten-kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Bengkulu yang mampu menciptakan inovasi dan produk baru yang berguna bagi masyarakat.

“Maka kami ingin TTG menjadi motivasi kita semua untuk terus mendorong teknologi baru yang lebih memudahkan menguntungkan kemajuan desa dan daerah,'' pungkas RA Denni.

Baca juga: Obat Sirup Mengandung EG dan DEG Melebihi Ambang Batas Masih Beredar di Bengkulu, Cek Daftarnya!

Sementara itu, Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar mengatakan, di dalam Undang-Undang Desa tahun 2014 TTG dicantumkan sebanyak 4 kali yang menandakan pentingnya inovasi yang berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Pertama kepada kepala desa dalam menjalankan pemerintahan desa, pembangunan pembinaan masyarakat, harus memanfaatkan teknologi tepat guna. Kedua pengembangan TTG harus dipertimbangkan dan jadi prioritas dalam program desa.

Ketiga pembangunan kawasan perdesaan salah satunya harus ditempuh menggunakan TTG.

Keempat pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam urusan pembangunan masyarakat desa harus menempuh hasil dari TTG dan temuan baru untuk kemajuan ekonomi dan pertanian masyarakat desa.

“Arah kebijakan pembangunan desa terkait infrastruktur harus sesuai, pemanfaatan dana desa terhadap TTG ini juga penting bagi kepentingan masyarakat desa,” jelasnya.

Baca juga: Semarakan Hari Oeang, DJPB Provinsi Bengkulu Dorong UMKM Naik Kelas

Sejak tahun 2015 sampai 2022 jumlah temuan baru peralatan TTG yang telah digunakan sebanyak 999 alat pertanian, alat peternakan sebanyak 65.389 dan alat bidang perikanan 45.466.

“Dampaknya peralatan TTG ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Kemudian pemanfaatan TTG juga mampu mempercepat produksi baik di bidang pertanian, peternakan dan perikanan,” tegasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved