Berita Kaur
Penyaluran Pupuk Subsidi Pakai QR Code, Pemilik Kios di Kaur Khawatir Penyaluran Terhambat
Penyaluran pupuk bersubsidi diwacanakan menggunakan barcode atau kode batang yang dicantumkan pada setiap produk pupuk bersubsidi.
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Didit Putra
TRIBUNBENGKULU.COM, KAUR - Penyaluran pupuk bersubsidi diwacanakan menggunakan barcode atau kode batang yang dicantumkan pada setiap produk pupuk bersubsidi.
Tujuan penggunaan barcode oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mencatat pelacakan pendistribusian pupuk dari kios kepada petani.
Merespon wacana tersebut Pemilik Kios Pupuk UD. Dua Putri Tanjung yang beralamat di Desa Tanjung Kurung Kecamatan Lungkang Kule Kabupaten Kaur Gusmawarlan mengatakan, penggunaan barcode (QR Code) saat penyaluran pupuk subsidi seperti yang diwacanakan oleh PT Pupuk Indonesia, akan membatasi penyaluran pupuk subsidi ke petani.
"Bisa memperlambat proses penyaluran pupuk. Mengingat saat ini minimnya alokasi pupuk yang diterima kios," kata Gusmawarlan.
Padahal kondisi petani saat ini masih membutuhkan pupuk bersubsidi yang selama ini masih jauh dari kata cukup alias masih kurang untuk memenuhi kebutuhan petani.
Belum lagi petani tidak bisa mengutang dengan pemilik kios lagi jika harus menggunakan barcode.
"Alokasi pupuk yang minim ditambah ekonomi masyarakat yang kurang mampu akan menghambat penyaluran pupuk subsidi kedepannya jika harus mengunakan barcode. Karena petani tidak bisa berutang dengan pemilik kios," ujar Gusmawarlan.
Dengan kata lain, jika kedepannya ada perubahan penyaluran pupuk dengan mengunakan barcode, maka dikhawatirkan dapat membatasi penyaluran pupuk subsidi ke petani. Terutama petani miskin yang tidak memiliki uang saat pupuk dialokasikan.
"Jika mengunakan bercode penyaluran pupuk akan terbatas dengan kondisi ekonomi masyarakat yang menyebabkan pupuk tersebut akan ditahan pemilik kios," beber Gusmawarlan.
Untuk diketahui saat ini kios UD. Dua Putri Tanjung Mendapatkan alokasi penyaluran pupuk sebanyak 38 ton sepanjang tahun 2023.
Sementara untuk mencukupi kebutuhan petani diperkirakan dibutuhkan pupuk bersubsidi sekitar 500 ton untuk satu kecamatan Lungkang Kule.
"Dari 7 kios yang ada di Kecamatan Lungkang Kule diperkirakan untuk mencukupi pupuk bersubsidi dibutuhkan pupuk 200 ton lagi yang saat ini pupuk tersebut diterima 7 kios berkisar 300 ton," ungkap Gusmawarlan.
Baca juga: Jembatan di Kaur Penghubung Dua Kecamatan yang Ambruk Sejak 2021 Mulai Diperbaiki
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kios-Pupuk-Kaur.jpg)