Senin, 13 April 2026

Berita Kaur

Bunga Rafflesia Mekar pada Batang Pohon di Desa Ulak Bandung Muara Sahung Kaur

Bunga Rafflesia jenis Arnoldi tumbuh dan mekar di batang pohon di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

Penulis: Didit Putra | Editor: Yunike Karolina
HO Tribun Bengkulu/Pokdarwis Ulak Bandung
Bunga Rafflesia mekar di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Didit Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, KAUR - Bunga Rafflesia jenis Arnoldi tumbuh dan mekar di batang pohon di Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu.

Rafflesia, bunga raksasa ini menjadi icon Provinsi Bengkulu.

Dikatakan Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung Zulaini Almahera, bunga Rafflesia yang mekar di  Desa Ulak Bandung sudah beberapa hari.

"Bunga Raflesia yang mekar menjalar ke pohon memiliki 5 kelopak daun. Namun untuk menuju lokasi tersebut membutuhkan waktu berkisar 1 jam mengunakan motor gunung (motor sudah dimodifikasi, red)," kata  Zulaini.

Setiap ada  bongol dan bunga Rafflesia yang mekar, kata Zulaini, selalu dilakukan penjagaan oleh pokdarwis. Mereka selalu bergantian menjaga agar bongol ataupun bunga yang sudah mekar tidak dirusak oleh tangan-tangan jahil.

"Guna mengantisipasi adanya tangan yang jahil, Pokdarwis Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahung melakukan penjagaan hingga bunga tersebut menjadi layu dengan sistem bergantian," beber Zulaini.

Baca juga: Presiden RI Jokowi Kunjungi Bunga Rafflesia Arnoldi di Kepahiang, Holidin : Kaget

Sejarah Rafflesia Arnoldi

Bunga Rafflesia Arnoldi ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Prancis. 

Hal itu dijelaskan oleh Akademisi dari Universitas Bengkulu, yang juga merupakan peneliti dari bunga Rafflesia, Agus Susatya.

Agus mengatakan, sejarah dari bunga Rafflesia ini sangat panjang. 

"Bunga Rafflesia ini ditemukan oleh seorang ilmuwan Prancis bernama Louis Auguste Deschamps," ujar Agus kepada TribunBengkulu.com.

Agus bercerita, saat itu Louis Auguste Deschamps ini sudah meneliti bunga Rafflesia selama 11 tahun di Pulau Jawa.

Di sana ia mendapatkan bunga dengan bentuk aneh dan membawanya pulang ke Prancis. Saat membawa pulang, Deschamps bertemu tentara Inggris di selat Inggris pada tahun 1700an.

"Kapal milik Louis Auguste Deschamps ini, dirampas oleh tentara Inggris, lalu hasil penelitian, catatan dan spesimennya disita oleh tentara Inggris," cerita Agus. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved