Viral Pembeli BBM Kena Biaya Admin
Aksi Nekat Operator SPBU Denpasar Minta Admin Rp 5 Ribu ke Konsumen, Berusaha Kabur Sebelum Dipecat
Aksi nekat operator SPBU di SPBU Sanglah, Denpasar, Bali yang minta admin Rp 5 ribu ke konsumen.
PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina langsung bergerak cepat merespons keluhan pelanggan terkait operator SPBU di Kota Denpasar.
Pertamina Patra Niaga langsung melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap operator SPBU tersebut.
“Atas kejadian ini, Pertamina Patra Niaga langsung melakukan pengecekan ke SPBU tersebut dan kepada operator yang melakukan indikasi pungli sudah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada kesempatan pertama,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/8).
Pihaknya meminta pengelola SPBU untuk meningkatkan pengawasan, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Pertamina Patra Niaga senantiasa berkomitmen mengedepankan kenyamanan konsumen dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh SPBU agar meningkatkan pengawasan di lapangan, agar tidak ada lagi oknum-oknum operator yang melakukan pungli ataupun memberikan pelayanan tidak sesuai ketentuan,” ujar Heppy. Pertamina Patra Niaga memohon maaf atas kejadian ini. Jika konsumen menemukan pelayanan SPBU yang tidak semestinya, maka bisa melaporkan melalui call center 135.
Pertamina Buka Suara
Pertamina buka suara soal operator SPBU di Sanglah, Denpasar, Bali kenakan biaya admin Rp 5 ribu kepada konsumen.
Sebelumnya beredar video aksi protes konsumen membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina dikenakan biaya admin Rp 5 ribu.
Video tersebut viral di jagat maya hingga tuia kecaman dari publik.
Tak sedikit dari warganet yang menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh operator SPBU Denpasar Bali itu.
Menanggapi video yang tengah viral itu, kini pihak Pertamina turut buka suara.
Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi pun membenarkan video viral tersebut.
"Sehubungan dengan unggahan viral di SPBU 54.80153 yang berlokasi di Jl. Pulau Komodo, Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar Bali pada Senin 13 Agustus 2024,” ujar Ahad dalam keterangan tertulisnya pada Selasa 14 Agustus 2024.
“Tim Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengecekan langsung ke SPBU 54.801.53. dan juga meminta keterangan langsung dari operator yang bersangkutan serta melakukan pengecekan CCTV di SPBU tersebut sesuai dengan laporan komplain dari konsumen,” ungkap Ahad dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Tribun Bali, Selasa (13/8/24).
Aksi Nekat
SPBU Denpasar Viral
SPBU Denpasar Bali
Nasib Operator SPBU Denpasar
Operator SPBU Denpasar Dipecat
Pertamina Buka Suara
Pertamina Patra Niaga
| Detik-Detik Polisi Grebek SPBU Denpasar Bali Soal Kenakan Biaya Admin Rp 5 Ribu Kepada Konsumen |
|
|---|
| Bantahan Pengawas SPBU di Bali Viral Pasang Tarif Biaya Admin Rp 5 Ribu, Sebut Inisiatif Operator |
|
|---|
| Nasib Operator SPBU di Denpasar Kenakan Biaya Admin Rp 5 Ribu Kepada Konsumen, Terancam Dipecat |
|
|---|
| Pertamina Buka Suara Soal Operator SPBU di Denpasar Kenakan Biaya Admin Rp 5 Ribu Kepada Konsumen |
|
|---|
| Detik-detik Pembeli BBM Protes di SPBU Bali, Kena Biaya Admin Rp 5 Ribu saat Beli Pertamax |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Aksi-Nekat-Operator-SPBU-Denpasar-Minta-Admin-Rp-5-Ribu-ke-Konsumen-Berusaha-Kabur-Sebelum-Dipecat.jpg)