Rabu, 6 Mei 2026

Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Uang Palsu UIN Makassar Ternyata Juga Bisa Bersinar Disinari UV, Terus Apa Bedanya?

Uang palsu dari kampus UIN Alauddin Makassar ternyata juga bisa bersinar saat dipindah dengan sinar UV.

Tayang:
X @doodle_cloud
Uang palsu dari UIN Alauddin Makassar ternyata juga dapat bersinar saat dipindah dengan sinar UV. 

Saat dimintai pandangan, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, memastikan uang yang terlihat bersinar biru saat dikenakan UV di dalam video adalah uang palsu atau bukan uang Rupiah karena tidak memiliki ciri keaslian. 

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24/9/PBI/2022 tanggal 15 Agustus 2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 50.000 Tahun Emisi (TE) 2022, disebutkan pada Pasal 5.(2).h dan Pasal 6.(2).g, bahwa pada saat didekatkan dengan sinar UV, uang Rupiah asli akan memendar dalam beberapa warna dan menampilkan motif/ornamen tertentu.

Ia mencontohkan, saat didekatkan sinar UV, pada sisi depan uang Rupiah pecahan Rp 50.000 TE 2022, maka akan terlihat gambar bunga Jepun Bali, tanda tangan Gubernur Bank Indonesia beserta tulisan “GUBERNUR BANK INDONESIA” dan tanda tangan Menteri Keuangan Republik Indonesia beserta tulisan “MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA”. 

Di samping itu, ada gambar motif khas Indonesia, gambar wilayah NKRI, dab ornamen geometris berupa lingkaran kecil. 

"Gambar bunga Jepun Bali yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia (ketika dipindai UV) akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis jika dilihat dari sudut pandang berbeda," lanjut Marlison kepada Kompas.com, Minggu (22/12/2024).

Sementara itu, pada sisi belakang uang Rupiah pecahan Rp 50.000 TE 2022, saat didekatkan dengan sinar UV, maka akan terlihat bunga Jepun Bali, bidang persegi panjang yang berisi tulisan “BI”, angka nominal “50000”, dan tulisan “BANK INDONESIA”. 

Contoh hasil pindai ultaviolet pada uang rupiah asli
Contoh hasil pindai ultaviolet pada uang rupiah asli

Cara cek keaslian Rupiah

Marlison menyampaikan, dalam rangka menyediakan alat pembayaran yang berkualitas dan aman dari upaya pemalsuan, uang Rupiah telah dilengkapi dengan berbagai fitur unsur pengaman terkini yang mudah diidentifikasi dan dikenali oleh masyarakat namun juga sulit untuk dipalsukan. 

Menurutnya, fitur unsur pengaman Rupiah secara umum terbagi ke dalam dua jenis, yakni:

  1. Unsur pengaman yang dapat langsung diidentifikasi oleh alat indera manusia dengan cara 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang) .
  2. Unsur pengaman yang dapat diidentifikasi menggunakan alat bantu seperti lampu Ultra Violet (UV) atau kaca pembesar

Dalam memperkuat aspek keamanan dalam Uang TE 2022, BI sendiri telah melakukan upaya, termasuk melalui pemberian benang pengaman pada pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 dengan teknologi terbaru yaitu microlenses. 

Benang pengaman berteknologi microlenses memiliki dynamic effect movement yang striking (menyolok) dan tampak jelas jika uang diletakkan pada cahaya redup.

Selain itu, gambar bunga pada Uang Rp 100.000 dan Rp 50.000 TE 2022 telah dicetak menggunakan teknologi Optically Variable Magnetic Ink (OVMI) yang dapat berubah warna (colour shifting) apabila dilihat dari sudut tertentu, sehingga menambah keamanan dan semakin sulit dipalsukan.

Marlison mengingatkan kembali, uang rupiah bisa dipastikan keasliannya lewat unsur pengaman yang dapat diidentifikasi langsung oleh alat indera manusia dengan cara 3D atau Dilihat, Diraba, dan Diterawang. 

"Untuk meminimalisir risiko memperoleh uang palsu, masyarakat diharapkan senantiasa melakukan identifikasi keaslian uang Rupiah melalui cara 3D atau menggunakan alat bantu seperti UV," terang dia. 

Cara 3D untuk memeriksa keaslian uang rupiah dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved