Senin, 8 Juni 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Harimau Terkam Warga Teras Terunjam Mukomuko hingga Tewas saat Cari Rumput untuk Ternak

Warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Bengkulu ditemukan tewas diduga karena diterkam harimau.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Panji Destama/Ist
Ilustrasi Harimau. Warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Bengkulu ditemukan tewas diduga karena diterkam harimau. 

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 15.00 WIB Korban pamit dengan keluargannya untuk mencari rumput atau mengarit di sekitaran kebun sawit milik warga.

Namun hingga pukul 22.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah, nenek korban yang khawatir akhirnya meminta bantuan tetangga untuk mencari korban.

“Pencarian dilakukan oleh warga sekira pukul 22.10 WIB dengan menyusuri area perkebunan sawit warga di Desa Tunggal Jaya,” jelas Irfansyah.

Pencarian yang dilakukan selama 1 jam lebih ini, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan tak bernyawa di perkebunan sawit milik warga.

Setelah menemukan korban, warga langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan evakuasi.

“Sekitar pukul 01.30 WIB, kita lakukan evakuasi terhadap korban, dan juga dibantu masyarakat,” jelas Irfansyah.

Pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait tewasnya korban.

“Saksi-saksi sudah kita lakukan pemeriksaan, untuk dugaan korban tewas akibat diterkam harimau saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak,” kata Irfansyah.

BKSDA Lakukan Pengusiran

Merespon ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu turun ke lokasi sebagai upaya untuk pengusiran harimau di lokasi kejadian.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan survei di lokasi kejadian.

“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk mengusir harimau tersebut dari sekitar pemukiman warga,” ungkap Said saat dihubungi, TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Said menjelaskan, jarak lokasi kejadian dengan pemukiman warga sekitar 6 kilometer. Lokasi kejadian itu merupakan habitat dari harimau tersebut.

Lantaran lokasi kejadian merupakan kawasan hutan negara yang sudah berubah menjadi perkebunan sawit, karet dan perkebunan lainnya.

“Untuk lokasi kejadian dengan pemukiman warga sekitar 6 kilometer, dulu itu kawasan hutan negara yang sudah berubah menjadi kebun sawit, karet dan kebun lainnya,” jelas Said.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved