Senin, 8 Juni 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Warga Mukomuko Bengkulu Tewas Diterkam Harimau, BKSDA Imbau Warga Jangan ke Kebun Sendirian

Warga Mukomuko Tewas usai diterkam harimau, BKSDA Bengkulu lakukan upaya pengusiran dan minta warga berkelompok saat berkebun.

Tayang:
Kolase/HO Tribunbengkulu
Detik-Detik warga saat menemukan Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya, Teras Terunjam di semak-semak perkebunan sawit, dalam kondisi tak bernyawa, Rabu (8/1/2025). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melakukan upaya pengusiran harimau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, pada Rabu 8 Januari 2025 Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam tewas diterkam oleh harimau saat mencari rumput untuk pakan ternak.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan survei di lokasi kejadian.

“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi kejadian, hal itu dilakukan untuk mengusir harimau tersebut dari sekitar pemukiman warga,” ungkap Said saat dihubungi, TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Said menjelaskan, untuk jarak lokasi kejadian dengan pemukiman warga sekitar 6 kilometer, lokasi kejadian itu merupakan habitat dari harimau tersebut.

Baca juga: Kondisi Mengenaskan Ibnu Warga Mukomuko Tewas Diduga Diterkam Harimau saat Cari Pakan Ternak

Pasalnya lokasi kejadian merupakan kawasan hutan negara yang sudah berubah menjadi perkebunan sawit, karet dan perkebunan lainnya.

“Untuk lokasi kejadian dengan pemukiman warga sekitar 6 kilometer, dulu itu kawasan hutan negara yang sudah berubah menjadi kebun sawit, karet dan kebun lainnya,” tutur Said.

Selain melakukan survei dan upaya pengusiran pihaknya juga melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga.

Untuk saat ini, pihaknya melakukan upaya pengusiran terhadap harimau tersebut, nanti akan ada upaya lainnya.

“Saat ini upaya pengusiran dahulu kita lakukan, nanti kita lakukan upaya lainnya, kita juga memberikan sosialsasi kepada warga sekitar,” jelas Said.

Said juga mengimbau kepada warga Sekitar lokasi kejadian untuk tetap berhati-hati saat pergi ke kebun.

Ia meminta warga, untuk berkelompok saat berpergian berkebun dan meminta warga untuk tidak pergi sendirian saat berkebun.

“Jadi kita minta warga untuk berkelompok saat pergi berkebun minimal 5 orang, jangan sendirian untuk berkebun,” tutup Said.

Kondisi Korban

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved