Jumat, 5 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Ada 504 Janda Baru Sepanjang 2024 di Rejang Lebong Bengkulu

Tahun 2024 Kemarin, Ada 504 Janda Baru di Rejang Lebong. Perceraian didominasi karena pertengkaran.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
PERCERAIAN - Foto suasana di Kabupaten Rejang Lebong pada Selasa (22/4/2025). Sepanjang tahun 2024 lalu, terdapat 504 pasangan yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Curup. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Sepanjang tahun 2024, sebanyak 504 perempuan di Kabupaten Rejang Lebong resmi menyandang status janda.

Hal ini setelah pengajuan perceraian mereka telah diputus oleh Pengadilan Agama Kelas I B Curup.

Angka ini mencerminkan dinamika rumah tangga yang cukup tinggi di wilayah tersebut.

Panitera PA Kelas I B Curup, Muhammad Ilham mengonfirmasi bahwa seluruh perkara telah mendapatkan putusan tetap.

Dimana selama Januari hingga Desember 2024, jumlah perkara perceraian yang telah diputus mencapai 504 kasus.

Sehingga bisa disampaikan, ada 504 keluarga yang bercerai di Rejang Lebong sepanjang tahun tersebut. 

"Sepanjang 2024 ada 504 keluarga yang mengajukan perceraian di Rejang Lebong,"sampai Ilham. 

Dari jumlah itu, perkara cerai gugat yang diajukan oleh istri tercatat sebanyak 396 kasus. Sementara cerai talak yang diajukan oleh suami hanya mencapai 108 kasus.

Sehingga berdasarkan data, perceraian yang terjadi lebih dominan diajukan oleh pihak perempuan. 

“Bisa dilihat dari data, permohonan cerai dari pihak perempuan jauh lebih dominan. Selisihnya cukup signifikan,"jelas Ilham.

Ia mengungkapkan bahwa mayoritas perceraian dipicu oleh perselisihan berkepanjangan yang tidak kunjung terselesaikan. Yakni mencapai 423 kasus.

Selain itu, terdapat 58 kasus karena salah satu pihak meninggalkan pasangannya, 5 kasus terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 4 kasus karena suami atau istri menjalani hukuman penjara, 1 kasus penyalahgunaan narkoba dan 1 kasus pindah keyakinan.

"Untuk alasannya bermacam-macam, namun terbanyak karena perselisihan dan pertengkaran yang tak kunjung selesai,"lanjut Ilham. 

Ilham menegaskan, pentingnya upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan sebelum memutuskan untuk bercerai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved