Jumat, 5 Juni 2026

Opini

OPINI: Gubernur Tiktoker

Gubernur berusia 46 tahun ini melakukan siaran langsung melalui platform media sosial Tiktok. Live Tiktok Helmi Hasan kini jadi populer.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Kolase TribunBengkulu.com
GUBERNUR TIKTOKER - Sosok penulis opini dengan judul 'Gubernur Tiktoker', Zacky Antoni. Model komunikasi politik Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menarik perhatian publik.  

**Oleh Zacky Antony

TRIBUNBENGKULU.COM - MODEL komunikasi politik Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menarik perhatian publik. 

Gubernur berusia 46 tahun ini melakukan siaran langsung melalui platform media sosial Tiktok. Live Tiktok Helmi Hasan kini jadi populer. Ditunggu dan diikuti masyarakat.

Antusiasme masyarakat mengikuti live Tiktok Gubernur Helmi Hasan ini terlihat saat adik kandung Menko Pangan Zulkifli Hasan itu melakukan Live TIktok pada 1 Juni 2025 lalu.

Ketika itu, Live Tiktok Helmi ditonton 51.700 orang, disukai 245.400 orang dan mendapat 23.900 komentar. Akun tiktok Helmi Hasan sendiri tembus 298.100 followers.

Melalui Live Tiktok tersebut Gubernur Helmi Hasan menyampaikan perkembangan-perkembangan baru seputar rencana pembangunan, program dan kebijakan pemerintah.

Misalnya terkait rencana program jalan mulus di Provinsi Bengkulu.

Pemprov telah mengalokasikan Rp 600 miliar dana APBD 2025 untuk merealisasikan pembangunan jalan di 10 kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu.

Total anggaran ini disebut terbesar dalam sejarah Provinsi Bengkulu. 

Info-info pembangunan yang dibuka ke publik, membuat masyarakat bisa memantau dan mengawasi pelaksanaannya.

Model komunikasi seperti ini tergolong baru. Terlebih lagi, saat siaran langsung tersebut, Gubernur akan meminta kepala dinas terkait untuk tampil apabila muncul pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat yang bersifat teknis. Sebab, Gubernur bicara pada level kebijakan saja. 

Gubernur Helmi Hasan memang dikenal suka hal-hal yang bersifat out of the box. Dia suka melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain.

Ada kesamaan dalam dunia jurnalistik yang mengejar nilai ekslusif dan berbeda. Satu peristiwa memunculkan angle yang berbeda untuk dijadikan berita.

Mencari angle paling menarik dari satu peristiwa akan sangat tergantung pada pengalaman dan insting jurnalistik seseorang. 

Helmi bukan Gubernur satu-satunya yang menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved