Opini
OPINI: Gubernur Tiktoker
Gubernur berusia 46 tahun ini melakukan siaran langsung melalui platform media sosial Tiktok. Live Tiktok Helmi Hasan kini jadi populer.
Ada pula kritikan bahwa semua itu cuma pencitraan.
Terlepas dari saran dan kritikan di atas, yang pasti model komunikasi politik Gubernur Helmi Hasan lewat Live Tiktok menurut saya positif untuk membuka sekat-sekat birokrasi.
Tinggal lagi diatur frekwensinya. Misal 1 bulan sekali. Jangan Pilkada saja yang langsung.
Setelah Pilkada, komunikasi politik antara pemimpin dan rakyat juga harus langsung. Transparansi akan tercipta apabila komunikasi terbuka.
Sebaliknya, korupsi dan kolusi akan lahir dari sesuatu yang tertutup.
Secara teori, Gubernur Helmi Hasan sedang menerapkan formula komunikasi Harold Laswell. Bahwa komunikasi didefinisikan who say what to whom in which channel and what effect.
Helmi memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Memakai platform media sosial Tiktok sebagai channel.
Dan menimbulkan efek besar terutama bagi iklim dan perilaku birokrasi yang selama ini cenderung tertutup. (*)
**Penulis adalah wartawan senior di Bengkulu
| Pancasila di Era Digital: Merawat Persatuan melalui Komunikasi Persuasif |
|
|---|
| OPINI - Di Balik Ompreng MBG Bengkulu: Ada Petani, Dapur, dan Ekonomi Masyarakat Lokal yang Bergerak |
|
|---|
| Opini: Fenomena Geng Motor di Bengkulu, dari Pergaulan Remaja hingga Ancaman Jalanan |
|
|---|
| Atur Posisi Penumpang, Tapi Abaikan Sistem? Kritik Terhadap Kebijakan Penataan Gerbong KRL |
|
|---|
| Artificial Intelligence dan Kerumunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Zacky-Antoni.jpg)