Kisah Inspiratif Iqbal Rasyid

Kisah Inspiratif Iqbal Rasyid, Anak Kuli Bangunan Bengkulu yang Tembus Kedokteran UI

Anak kuli bangunan asal Bengkulu ini sukses tembus Fakultas Kedokteran UI berkat disiplin, doa, dan sederet prestasi gemilang.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/Beta Misutra
IQBAL FAQIH - Iqbal Faqih saat diwawancarai TribunBengkulu.com di rumahnya pada Jum'at (20/6/2025). Anak kuli bangunan asal Bengkulu ini sukses tembus Fakultas Kedokteran UI berkat disiplin, doa, dan sederet prestasi gemilang. 

Di mata keluarganya, Iqbal dikenal sebagai anak yang penurut. Ia tak pernah membantah ketika dinasihati, selalu pamit dengan sopan jika hendak pergi, dan tidak pernah lalai dalam urusan ibadah. 

Salat lima waktu adalah rutinitas yang dijalani dengan khusyuk. Bahkan salat sunnah pun menjadi bagian dari kebiasaannya sehari-hari.

“Anaknya sopan, kalau mau ke mana-mana selalu pamit. Saya selalu ingatkan, di mana pun berada jangan lupa salat,” kata Suhaima, menegaskan nilai yang ia tanamkan sejak dini.

Sejak usia dini, rasa ingin tahu menjadi ciri khas Iqbal. Ia belum masuk sekolah, tapi sudah akrab dengan buku-buku milik kakaknya yang waktu itu duduk di bangku SMP. 

Dari situlah ia mulai mengenal nama-nama negara, menghafal letaknya di peta, hingga mengetahui luas wilayah masing-masing.

“Bahkan dia belum sekolah saja sudah hafal nama negara, luas negara, termasuk peta-peta negara dari hasil baca itu. Jadi dia ini memang punya keingintahuan yang tinggi dari kecil,” kenang sang ibu.

Namun bukan hanya tekun belajar dan rajin salat, Iqbal juga memiliki kebiasaan spiritual yang tak biasa untuk anak seusianya: ia gemar bernazar. 

Sejak duduk di bangku SMP, ia terbiasa membuat perjanjian dengan dirinya sendiri—jika mencapai target tertentu, ia akan membayar dengan ibadah tambahan. 

Yang paling sering ia lakukan adalah puasa sunnah, terutama puasa Daud, yakni puasa selang-seling setiap hari.

Ketika ia dinyatakan lolos seleksi Fakultas Kedokteran UI, nazar kembali dijalankan. 

Iqbal bertekad melaksanakan puasa Daud selama dua minggu berturut-turut sebagai bentuk rasa syukur.

"Ini Iqbal baru selesai membayar nazarnya, melaksanakan puasa Daud karena kemarin lulus UI," ujar Suhaima.

Dalam kesunyian rumah yang jauh dari hiruk-pikuk kota, dalam lorong sempit yang mungkin tak dilirik orang, Iqbal membentuk dirinya—dengan kesungguhan, kesalehan, dan kerja keras. 

Tidak ada yang instan dari pencapaian ini. Yang ada hanyalah kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Perjuangan Iqbal: Menembus Ribuan Saingan demi Kursi di FK UI

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved