Kisah Inspiratif Iqbal Rasyid

Anak Kuli dari Bengkulu Tembus FK UI, Iqbal Rasyid Kecil di Mata Sang Ibu: Penuh Rasa Ingin Tahu

Anak kuli dari Bengkulu, Iqbal Rasyid, tembus FK UI berkat rasa ingin tahu dan tekad belajar sejak kecil, bahkan sebelum usia lima tahun.

|
Penulis: Beta Misutra | Editor: Ricky Jenihansen
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
IQBAL RASYID - Iqbal Rasyid bersama ibunya saat ditemui TribunBengkulu.com di rumahnya Kamis (19/6/2025). Iqbal merupakan anak kuli bangunan yang lulus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) dan sempat didatangi langsung oleh Wakil Dekan FK UI. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Di sebuah rumah beratap seng di ujung gang sempit Kota Bengkulu, seorang anak kuli bangunan tumbuh dengan semangat belajar yang tak biasa.

Di rumah itulah, Iqbal Rasyid Achmad Faqih tumbuh. Ia adalah anak kedua dari pasangan Agus Hermanto (54), seorang kuli bangunan, dan Suhaima (52), seorang ibu rumah tangga sekaligus guru ngaji.

Tak banyak yang menyangka, dari rumah sederhana ini, seorang anak bisa melesat menembus ketatnya seleksi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia—salah satu program studi paling bergengsi di tanah air. Namun Iqbal melakukannya.

Momen haru ketika Wakil Dekan FK UI, Dwiana Ocviyanti, datang langsung ke rumahnya viral di media sosial.

Bukan karena kemewahan atau kemeriahan selebrasi, tetapi karena harapan yang nyata lahir dari lorong-lorong sempit bernama keterbatasan.

Penuh Rasa Ingin Tahu

Sejak kecil, Iqbal menunjukkan kecintaan yang besar terhadap ilmu.

Bahkan sebelum berusia lima tahun, ia sudah mampu membaca dan mengaji.

Ibunya, Suhaima, mengajarkan huruf-huruf dan ayat-ayat Alquran secara perlahan.

Buku-buku pertama Iqbal adalah kisah-kisah para nabi, bukan dongeng atau cerita rekaan.

“Anak ini memang daya ingin tahunya itu tinggi, dan dari kecil dia memang suka baca,” kata Suhaima, merendah.

Iqbal kecil terbiasa meminjam buku milik kakaknya yang duduk di bangku SMP.

Ia tak segan membuka halaman demi halaman, meski belum semua pelajaran ia pahami.

Peta-peta negara, nama-nama ibu kota, dan luas wilayah menjadi permainan pikirannya.

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved