Selasa, 2 Juni 2026

Diplomat Muda Tewas

Blak-blakan Keluarga Yakin Arya Daru Bukan Bunuh Diri, Serukan Keadilan

Keluarga Arya Daru Pangayunan, seorang Diplomat Ahli Muda Kemlu, akhirnya angkat bicara terkait hasil penyelidikan yang dirilis Polda Metro Jaya.

Tayang:
Editor: Yunike Karolina
Kolase/Tribunnews.com
KEMATIAN ARYA DARU - Foto Arya Daru semasa hidup (kiri) dan barang bukti hasil penyelidikan poliis terkait kasus kematian diplomat muda ini saat ditunjukan pada jumpa pers pengumuman penyebab kematian Arya Daru pada Selasa (29/7/2025). Keluarga buka suara yakin Arya Daru bukan bunuh diri seperti dugaan polisi. 

Arya juga mengalami memar di beberapa bagian wajah seperti kelopak mata dan bibir. Selain itu, memar juga berada di lengan bagian atas dan bawah.

Pria kelahiran Sleman, DI Yogyakarta itu jgua menderita luka lecet di bibir, leher, dan pipi. Arya juga diketahui mengidap penyakit ginjal.

Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra pun menegaskan dari serangkaian penyelidikan yang telah dilakukan, kematian Arya tidak mengandung unsur pidana apapun.

"Bahwa penyelidikan yang kami lakukan, kami simpulkan belum menemukan adanya peristiwa pidana," katanya dalam kesempatan yang sama.

Kendati demikian, Wira menegaskan penyelidikan akan terus dilakukan terkait kasus ini.

Dia mengatakan pihaknya tetap membuka jika ada pihak lain yang ingin memberikan masukan.

"Sementara kami tetap akan menerima masukan apabila ada informasi, kami tetap tampung," tegasnya.

Kondisi Psikologis Arya

Ahli digital forensik dari Ditsiber Polda Metro Jaya, Ipda Saji Purwanto, menuturkan Arya sudah memiliki niat untuk bunuh diri sejak tahun 2013.

Dia mengungkapkan hal itu diketahui dari ponsel lama milik Arya yang ditemukan di kamar kosnya.

Ia menambahkan ponsel itu terakhir kali aktif pada 21 September 2022 lalu.

Sementara, keinginan Arya ingin bunuh diri diketahui melalui pengiriman pesan dari emailnya ke salah satu badan amal yang bergerak di bidang kesehatan mental.

"Kami menemukan ada pengiriman email yang dimiliki atau digunakan oleh pengguna digital evidence, alamatnya adalah ddaru_c@yahoo.com dikirim ke salah satu badan amal yang menyediakan layanan dukungan terhadap orang yang memiliki emosional yang mengalami perasaan tertekan dan putus asa hingga dapat menyebabkan bunuh diri," katanya.

Delapan tahun kemudian, Saji mengatakan pesan serupa dikirimkan kembali oleh Arya. Bahkan, sambungnya, Arya semakin memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri hidupnya.

Dia mengatakan alasan Arya ingin bunuh diri karena masalah yang dihadapinya. Namun, Sadji tidak menjelaskan masalah seperti apa yang dihadapi pria kelahiran Sleman, DI Yogyakarta, tersebut.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved