Berita Rejang Lebong

6 Siswi di Rejang Lebong Jadi Korban Love Scamming, Guru BK & Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Anak

6 siswi di Rejang Lebong jadi korban love scamming. Guru BK dan orang tua diminta lebih aktif awasi anak.

|
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
DISDIKBUD REJANG LEBONG - Kantor Disdikbud Rejang Lebong di Jalan Sukowati, Curup. Maraknya kasus love scamming pada pelajar membuat peran orangtua dan guru harus lebih aktif mengawasi anak. 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – 6 Siswi Rejang Lebong Jadi Korban Love Scamming, Guru BK dan Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Anak

Kasus penipuan asmara atau yang dikenal dengan istilah love scamming belakangan ini meresahkan masyarakat Rejang Lebong

Dalam sebulan terakhir, enam pelajar perempuan menjadi korban jebakan asmara di dunia maya.

Mirisnya, para korban masih berstatus pelajar, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. 

Mereka dipaksa mengirimkan sejumlah uang setelah sebelumnya dibujuk rayu pelaku untuk mengirimkan foto maupun video vulgar. 

Jika menolak, para korban diancam konten pribadinya akan disebarkan.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rejang Lebong, Zakaria Effendi, mengaku sangat prihatin.

Menurutnya, usia para korban yang masih remaja membuat mereka rentan terjerumus dalam kasus serupa.

“Anak SMP dan SMA ini masih dalam masa puber, jadi sangat rawan. Peran guru, terutama guru BK, harus lebih aktif membimbing anak-anaknya,” kata Zakaria.

Baca juga: 6 Siswi di Rejang Lebong Bengkulu Jadi Korban Love Scamming, Korban Dibujuk Rayu Lewat Media Sosial

Zakaria menegaskan, pengawasan tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah. 

Peran orangtua juga penting untuk mengawasi pergaulan serta penggunaan gawai anak, sebab sebagian besar waktu mereka berada di luar sekolah.

“Sekarang HP sudah masif digunakan pelajar. Meskipun sekolah tidak melarang siswa membawa HP, kami mendorong sekolah agar bisa melakukan pemeriksaan HP secara rutin dan berkala,” ujarnya.

Disdikbud Rejang Lebong juga telah mengimbau guru BK di sekolah untuk lebih peka terhadap perubahan sikap maupun perilaku siswanya. 

Jika ada siswa yang menunjukkan perbedaan mencolok, guru diminta segera memanggil dan menanyakan permasalahan yang sedang dihadapi.

“Kita akui guru BK di sekolah masih terbatas jumlahnya. Karena itu, peran orangtua, guru, kepala sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anak kita, termasuk penggunaan media sosial,” tegasnya.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved