Berita Bengkulu
Nasib Para ASN Usai Pemprov Bengkulu Usulkan Perampingan OPD
Nasib ASN di Bengkulu jika terjadi perampingan OPD, hanya struktural OPD yang terdampak.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Jumlah OPD yang ada saat ini, yang berjumlah 47 unit, direncanakan akan menjadi hanya 20 hingga 21 unit saja.
Artinya, terjadi pemangkasan lebih dari 50 persen struktur organisasi di lingkungan Pemprov Bengkulu.
"Ya, dari 47 kurang lebih, ya, menjadi mungkin sekitar 20 sampai 21 saja," papar Helmi.
Proses evaluasi akan terus berjalan untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan ini.
“Evaluasi ini terus berjalan untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan ini,” tutup Helmi.
Perampingan Bukan Sekadar Potong Jabatan
Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Rusmayadi Hasan, menjelaskan bahwa perampingan OPD tidak hanya menyangkut pengurangan jabatan, tetapi merupakan upaya serius menyederhanakan struktur birokrasi.
“Tujuannya mempercepat pengambilan keputusan, memperkuat kolaborasi, dan membuat pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat,” papar Rusmayadi.
Namun, proses ini tidak bisa dilakukan secara instan. Tahapannya harus melalui pembahasan bersama DPRD Provinsi Bengkulu, masuk agenda Badan Musyawarah (Banmus), dilanjutkan rapat paripurna, hingga mendapat rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Perlu persiapan yang matang agar penyederhanaan birokrasi ini benar-benar efektif saat diterapkan,” tutur Rusmayadi.
Selaras dengan Program Nasional
Penyederhanaan OPD ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Ada delapan aspek transformasi yang ditekankan, mulai dari fleksibilitas ASN, struktur organisasi yang lebih datar (flat structure), mobilitas karir yang lebih luas, hingga percepatan pengambilan keputusan.
Berdasarkan Survei Kemenpan RB terhadap 389 instansi pada 2025, hasilnya menunjukkan:
• 56,53 persen menilai penyederhanaan berdampak positif
• 56 persen melaporkan peningkatan kinerja
• 34 persen menyebut belum ada perubahan signifikan
• 10 persen merasa masih perlu penyesuaian
Dengan target implementasi penuh pada 2027, Pemprov Bengkulu optimis perampingan OPD akan melahirkan birokrasi yang lebih lincah, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
| Cek Kesehatan Gratis, Dinkes Kota Bengkulu Ajak Warga Deteksi Penyakit Sejak Dini |
|
|---|
| Bupati Rifai Turun Tangan, Camat Seginim yang Ngamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan Terancam Dipecat |
|
|---|
| Kasus Oknum Camat Ngamuk di SMPN 1 Bengkulu Selatan, Inspektorat Buka Opsi Sanksi Tegas |
|
|---|
| Kasus Dugaan Investasi Bodong, Oknum Pegawai BUMN Dilaporkan ke Polresta Bengkulu |
|
|---|
| 1.000 Bibit Disiapkan untuk Program Hutan Santri di Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Nasib-ASN-jika-terjadi-perampingan-OPD-di-Bengkulu.jpg)