Polemik Kursi Ketua DPRD Bengkulu
Respon Sumardi Soal Debat Panas di Paripurna Pembacaan Surat Pergantian Ketua DPRD Bengkulu
Usai debat panas di DPRD Bengkulu, Polemik pergantian Ketua, Sumardi akan Proses sesuai aturan Perundang-undangan.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Pada 24 November 2025 terjadi debat panas antara Anggota DPRD Bengkulu fraksi Golkar Samsu Amanah dengan Ketua DPRD Bengkulu Sumardi.
- Sumardi mengatakan pihaknya akan memproses surat masuk tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
- Proses dilakukan jika memenuhi syarat, jika tidak memenuhi syarat tidak diproses
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi menanggapi debat panas di ruang rapat paripurna kemarin, soal polemik pembacaan surat pergantian Ketua DPRD.
Sebelumnya, pada 24 November 2025 terjadi debat panas antara Anggota DPRD Bengkulu fraksi Golkar Samsu Amanah dengan Ketua DPRD Bengkulu, Sumardi.
Dalam perdebatan itu, Samsu Amanah intrupsi dalam sidang paripurna, untuk membacakan surat masuk dari DPP Golkar.
Hingga akhirnya surat masuk tersebut dibacakan dalam rapat paripurna ke 8 Masa Persidangan III DPRD Provinsi Bengkulu.
Baca juga: Debat Panas! Perang Intrupsi Pembacaan Surat Masuk Pergantian Ketua DPRD Provinsi Bengkulu
Terkait hal itu, Sumardi mengatakan pihaknya akan memproses surat masuk tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Ya, akan kita proses surat masuk tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” singkat Sumardi saat diwawancarai di Balai Raya Semarak, Selasa (25/11/2025).
Sumardi melanjutkan, proses dilakukan jika memenuhi syarat, jika tidak memenuhi syarat tidak diproses.
“Kalau memenuhi syarat ya diproses, kalau tidak ya tidak begitu,” tambah Sumardi.
Perang Intrupsi saat Paripurna
Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan III DPRD Provinsi Bengkulu, pada Senin (24/11/2025) berlangsung panas.
Rapat panas itu, terjadi di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Bengkulu saat agenda penandatanganan Nota Kesepakatan KUA–PPAS APBD 2026 dan penyampaian Program Pembentukan Perda 2026 itu berubah menjadi arena perdebatan sengit soal pergantian Ketua DPRD.
Perdebatan dipicu polemik pembacaan surat masuk dari DPP Partai Golkar mengenai pergantian Ketua DPRD dari Sumardi kepada Samsu Amanah.
Gubernur Bengkulu saat itu, Helmi Hasan, ikut menyaksikan langsung suasana tegang di ruang sidang.
Ketegangan dimulai ketika Sumardi yang memimpin rapat tidak membacakan surat dari DPP Golkar terkait usulan pergantian ketua.
Polemik Kursi Ketua DPRD Bengkulu
Sumardi Diganti Sebagai Ketua DPRD
Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi
DPRD Provinsi Bengkulu
| Debat Panas! Perang Intrupsi Pembacaan Surat Masuk Pergantian Ketua DPRD Provinsi Bengkulu |
|
|---|
| Alasan Surat Pergantian Ketua DPRD Urung Dibacakan di Paripurna HUT ke-57 Provinsi Bengkulu |
|
|---|
| DPP Golkar Kembali Tegaskan soal Polemik Sumardi Diganti Dari Ketua DPRD Bengkulu: Wajib Dijalankan |
|
|---|
| 'Kader Harus Taat' Respon Tegas Wasekjen DPP Golkar soal Polemik Pergantian Ketua DPRD Bengkulu |
|
|---|
| Kursi Panas Ketua DPRD Bengkulu! Surat DPP Turun, Fraksi Golkar Desak Tapi Paripurna Masih Mandek |
|
|---|