Berita Bengkulu
Kepulangan 4 Warga Bengkulu Tertipu Perusahaan Scam di Kamboja Tunggu Jadwal
Nasib 4 warga Kota Bengkulu di Kamboja, saat ini masih menunggu jadwal kepulangan ke tanah air.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Deni menjelaskan, untuk biaya keberangkatan ditanggung pihak yang menawarkan pekerjaan.
Sesampainya di Jakarta, mereka langsung ke Bekasi untuk mengurus paspor, mereka harus menunggu selama 5 hari untuk mendapatkan paspor.
Setelah mendapatkan paspor, mereka akhirnya berangkat ke Malaysia, tiba di Malaysia sekitar pukul 11 Malam waktu setempat.
Akhirnya mereka menginap di Malaysia, sekitar pukul 9 pagi mereka kembali berangkat menuju Vietnam.
“Jam 9 pagi kami berangkat ke Vietnam dari Malaysia, sampai di Vietnam kami langsung naik mobil perusahaan,” tutur Deni.
Sekitar 2-3 jam perjalanan ia dan teman-teman merasa heran, karena mobil itu membawa mereka ke perbatasan Vietnam dan Kamboja.
Saat itu, Deni dan rekan nya sempat kebingungan, karena berada di perbatasan Vietnam dan Kamboja, visa mereka yang sudah diurus diperbatasan, melanjutkan perjalanan ke Kamboja.
Ke Kamboja Deni dan rekan nya diminta untuk menaiki mobil perusahaan lagi, akhirnya mereka sampai di salah satu gedung di Kamboja.
“Dari perbatasan kami sampai di salah satu gedung di Kamboja, kami disuruh masuk, namun sebelum masuk handphone dan paspor kami ditahan,” jelas Deni.Sesampainya di gedung itu, Deni dan rekan nya melihat orang lain bekerja sebagai scammer penipuan.
Namun rekan Deni saat itu tak mengetahui situasi yang terjadi di dalam gedung, pihak nya diminta selama 7 hari harus bisa menjadi scammer.
“Kami diminta bekerja sebagai scammer selama 7 hari disana, ada orang di sana bilang ke kami, kalau kami sudah dijual, kalau ngak bisa kerja kami dipaksa bekerja,” kata Deni.
Deni pun sempat menanggis, saat menceritakan apa yang terjadi dengan ia dan rekan-rekan nya saat video call, karena teringat apa yang sudah terjadi dengan mereka.
Deni juga menanggis saat mengingat temannya disiksa saat di Kamboja, lantaran rekan Deni tak memahami komputer.
“Maaf pak, selama 7 hari saya melihat teman saya disiksa karena tak bisa bekerja, kalau saya mengerti dikit main komputer pak,” saat Deni mengingat apa yang sudah dialami nya.
Teman-teman Deni, sempat kebingungan setelah disiksa di Kamboja, hingga di hari ke tujuh malam nya, mereka memutuskan untuk kabur.
| Pagar Patah dan Lantai Berlubang, Jembatan yang Menyimpan Kisah Ketabahan Warga Bengkulu Tengah |
|
|---|
| Warga Bengkulu Selatan Diimbau Tak Gunakan Sepeda Listrik di Jalan Raya, Ini Alasannya |
|
|---|
| Program Prioritas DKP Kota Bengkulu, Kampung Nelayan Merah Putih hingga Budidaya Tematik |
|
|---|
| DKP Kota Bengkulu Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas |
|
|---|
| Imbas Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Bengkulu Selatan Melonjak Naik, TPI Pasar Bawah Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Rdp-Pemprov-dan-DPRD-soal-pemulanga-warga-Bengkulu-di-Kamboja.jpg)