Berita Bengkulu
Kepulangan 4 Warga Bengkulu Tertipu Perusahaan Scam di Kamboja Tunggu Jadwal
Nasib 4 warga Kota Bengkulu di Kamboja, saat ini masih menunggu jadwal kepulangan ke tanah air.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Selain jam kerja yang panjang, tekanan kerja juga sangat berat.
Jika target tidak tercapai, Imron dan rekan-rekannya harus membayar denda dan apabila melakukan kesalahan mereka disentrum dengan pengawas perusahaan.
Karena tidak mampu memenuhi target dan kerap melakukan kesalahan, Imron dan rekan-rekannya terancam dipindahkan ke perusahaan lain.
Kondisi tersebut membuat mereka ketakutan di perusahaan baru yang berpotensi mendapatkan perlakuan yang lebih kejam.
Sehingga mereka akhirnya nekat melarikan diri dan mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja.
Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta (Garis) Provinsi Bengkulu Iman SP Noya yang juga selaku pendamping korban mengungkapkan bahwa pihak keluarga melakukan sumbangan untuk ongkos mereka kabur ke di KBRI Phnom Penh
"Karena mereka kabur tidak membawa uang, akhinya pihak keluarga patungan untuk biaya ongkos mereka menuju KBRI," ucap Imam kepada TribunBengkulu.com, Senin (26/1/2026)
Setelah enam jam perjalanan mereka sampaidi KBRI Phnom Penh. Disana mereka harus berdesakan karena juga ada ribuan pengungsi lain.
"Di KBRI itu sudah ada ribuan orang yang mengungsi di mess itu iya pasti berdesakan," ucap Imam.
Kendati demikian untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari diberikan oleh pihak KBRI tiga kali sehari.
"Iya pelayanannya bagus, mereka dikasih makan selama mengungsi disana," terang Imam.
Namun Imam menerangkan empat korban warga Kota Bengkulu berharap kepada pemerintah agar dapat dibantu untuk dipulangkan ke Bengkulu.
"Mereka dan pihak keluarga berharap kepada pemerintah untuk bisa membantu kepulangan mereka kembali," kata Imam.
Disisi lain Imam sudah menghubungi direktur BP2MI untuk proses pemulangan mereka.
"Saya juga sudah berkoodinasi dengan direktur BP2MI, kedepan rencana saya menghadap Wali Kota maupun Gubernur Bengkulu agar bisa membantu korban pulang ke Bengkulu," pungkas Imam.
| Pagar Patah dan Lantai Berlubang, Jembatan yang Menyimpan Kisah Ketabahan Warga Bengkulu Tengah |
|
|---|
| Warga Bengkulu Selatan Diimbau Tak Gunakan Sepeda Listrik di Jalan Raya, Ini Alasannya |
|
|---|
| Program Prioritas DKP Kota Bengkulu, Kampung Nelayan Merah Putih hingga Budidaya Tematik |
|
|---|
| DKP Kota Bengkulu Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas |
|
|---|
| Imbas Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Bengkulu Selatan Melonjak Naik, TPI Pasar Bawah Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Rdp-Pemprov-dan-DPRD-soal-pemulanga-warga-Bengkulu-di-Kamboja.jpg)