Berita Bengkulu
Kepulangan 4 Warga Bengkulu Tertipu Perusahaan Scam di Kamboja Tunggu Jadwal
Nasib 4 warga Kota Bengkulu di Kamboja, saat ini masih menunggu jadwal kepulangan ke tanah air.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Mereka akhirnya kabur, dengan membawa dompet dan pakaian di badan, beruntung sekitar pukul 2 dini hari waktu setempat, Deni dan rekan nya bertemu warga lokal yang sedang mengendarai mobil, menawarkan mereka tumpangan.
Akhirnya Deni dan rekan nya menaiki mobil warga lokal tersebut, selama perjalanan lebih kurang 4 jam, Deni dan rekan nya diminta uang 300 dolar.
“Sekiat pukul 2 dini hari kami kabur, ketemu orang bawa mobil, mau mengantarkan kami ke Phnom Penh, selama 4 jam perjalanan itu, kami diminta uang 300 dolar, akhirnya kami menghubungi istri-istri kami untuk sumbangan,” papar Deni.
Deni dan rekan nya meminta untuk dipercepat kepulangan nya ke Bengkulu, Indonesia, karena Deni dan rekan nya sudah tak kuat lagi di penampungan.
Mengingat pakaian yang dikenakan Deni dan rekan nya hanya sepasang, dan hanya makan 2 kali sehari.
“Kami minta sama pak Usin pak untuk dipercepat pulang nya pak, kami sudah tidak tahan lagi di penampungan ini pak, pakaian yang kami bawa hanya selembar pak, makan disini 2 kali sehari tidak layak lah pak, kami minta tolong pak,” tutup Deni.
Cerita Istri PMI Bengkulu terjebak di Kamboja
Niat ingin memperbaiki ekonomi keluarga justru membawa petaka bagi Imron (29), warga Bengkulu, yang kini terjebak di perusahaan scam (penipuan) dan judi online (judol) Kamboja.
Bersama tiga rekannya, Imron berangkat dengan iming-iming pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan gaji Rp12,8 juta per bulan.
Sustri (42), istri Imron menceritakan awal mula keberangkatan suaminya yang sebelumnya bekerja sebagai buruh bongkar muat di gudang buah.
Karena kesulitan ekonomi, Imron tertarik dengan tawaran kerja ke Vietnam yang disampaikan oleh temannya.
“Sebelum berangkat abang izin dulu, katanya temannya yang mengajak ke Vietnam dan akan datang dari Palembang,” ujar Sustri saat diwawancarai TribunBengkulu.com pada Selasa (25/1/2026).
Nasib 4 Warga Bengkulu
Nasib empat warga Kota Bengkulu bernama Imron (29), Ardi (28), Deni Febriansyah (32), dan Engga (35) yang kabur dari perusahaan scam dan Judi Online (Judol) di Kamboja.
Diketahui sebelumnya mereka berempat tergiur tawaran pekerjaan di perusahaan elektronik di Vietnam dengan iming-iming gaji Rp12,8 juta per bulan.
Namun, kenyataan di lapangan jauh dari janji yang diberikan, mereka malah bekerja di perusahaan scam dan judol di Kamboja.
Selama bekerja, Imron menjalani jam kerja 12 jam per hari dengan masa percobaan dua bulan, ia dilarang menggunakan telepon genggam pribadi.
| Pagar Patah dan Lantai Berlubang, Jembatan yang Menyimpan Kisah Ketabahan Warga Bengkulu Tengah |
|
|---|
| Warga Bengkulu Selatan Diimbau Tak Gunakan Sepeda Listrik di Jalan Raya, Ini Alasannya |
|
|---|
| Program Prioritas DKP Kota Bengkulu, Kampung Nelayan Merah Putih hingga Budidaya Tematik |
|
|---|
| DKP Kota Bengkulu Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas |
|
|---|
| Imbas Gelombang Tinggi, Harga Ikan di Bengkulu Selatan Melonjak Naik, TPI Pasar Bawah Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Rdp-Pemprov-dan-DPRD-soal-pemulanga-warga-Bengkulu-di-Kamboja.jpg)