Warga Mukomuko Tewas di Kebun
Momen Dramatis Evakuasi Warga Ranah Karya Mukomuko Bengkulu yang Ditemukan Tewas di Kebun Sawit
Evakuasi petani Mukomuko yang tewas tertimpa pohon di kebun sawit dramatis, terkendala hujan deras dan medan sulit.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Proses evakuasi seorang petani yang tertimpa pohon di perkebunan sawit Desa Lunang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, berjalan dramatis.
Tim SAR harus menghadapi medan sulit dan cuaca buruk.
Sebelumnya, pada Rabu (3/9/2025), Ijon Majoni (42), warga Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, ditemukan tewas tertimpa pohon.
Kapolsek Lubuk Pinang, IPTU Kurtani, mengatakan pihaknya bersama Tim SAR Gabungan dari Basarnas Mukomuko, TNI-Polri, dan warga mulai bergerak sejak pukul 15.00 WIB.
Perjalanan menuju lokasi menempuh jarak lebih dari 20 kilometer dari pinggir Jalan Lintas Barat Padang–Bengkulu.
Tim harus melalui jalan tanah liat yang licin akibat hujan dengan intensitas sedang, sehingga menggunakan mobil double gardan.
Dalam perjalanan, mobil beberapa kali tergelincir karena kondisi jalan berlumpur dan tergenang air.
Jalanan yang naik turun juga membuat evakuasi semakin terhambat, terlebih saat sebuah truk pengangkut kelapa sawit terguling dan menutup jalur.
“Tim SAR kita bagi dua. Tim pertama bersama warga sudah tiba lebih dulu di lokasi kejadian. Sekitar pukul 16.00 WIB korban berhasil dievakuasi dari lokasi,” ungkap IPTU Kurtani, Kamis (4/9/2025) pukul 13.20 WIB.
Menurutnya, tim kedua baru berhasil mencapai titik penjemputan jenazah sekitar pukul 18.05 WIB.
Kendaraan yang dibawa tak bisa masuk lebih jauh karena medan sangat sulit.
Jenazah kemudian dipindahkan ke mobil pada pukul 18.39 WIB. Setelah itu, tim gabungan bergerak menuju rumah duka di Desa Ranah Karya.
Sekitar pukul 19.46 WIB, jenazah tiba di rumah duka.
“Kita sampai sesudah Isya, langsung ke rumah duka,” tutup IPTU Kurtani.
Keluarga Korban Menangis Histeris
Saat jenazah tiba di rumah duka di Desa Ranah Karya, keluarga yang sudah menunggu langsung menangis histeris.
Jenazah kemudian dibawa masuk ke rumah.
Kepala Desa Ranah Karya, Arma Jaya, mengatakan korban dikebumikan di Tapan, Kecamatan Basa Ampek, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
“Tadi keluarga bermusyawarah, almarhum dikebumikan di Tapan. Tadi malam sudah ada ambulans yang menjemput,” jelas Arman.
Kronologi
Sementara itu, Kepala Desa Ranah Karya, Arman Jaya, menyebut korban adalah petani yang sehari-hari memang berkebun.
Pada Jumat (29/8/2025), korban pamit dari rumah untuk menebang pohon di lokasi kejadian.
“Korban memang berkebun, sering sendirian di lokasi. Jumat kemarin korban pamit ingin menebang pohon ke keluarga,” ungkap Arman Jaya, Kamis (4/9/2025) pukul 09.00 WIB.
Ia menjelaskan, korban berencana pulang pada Rabu (3/9/2025).
Namun pada hari itu sekitar pukul 11.00 WIB, korban tidak bisa dihubungi.
Keluarga yang curiga meminta tetangga mencari korban ke kebun, hingga akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa.
“Rencana korban pulang hari Rabu. Namun karena tak bisa dihubungi, keluarga meminta warga mencari. Ternyata korban sudah tak bernyawa. Warga langsung melapor untuk evakuasi,” tutur Arman.
Sementara itu, Zek Haris (42), anak korban, mengatakan ayahnya memang sering berkebun sendirian dengan waktu lama hingga menginap di kebun.
“Sudah biasa kalau almarhum pergi ke kebun sendirian, bisa sampai seminggu. Tapi kali ini memang korban janji mau pulang hari Rabu,” jelas Zek.
Ia juga menambahkan, sang ibu baru keluar dari rumah sakit pada Senin (1/9/2025) setelah mengalami keguguran.
“Istri korban sempat syok saat mendapat kabar musibah, apalagi baru pulang dari rumah sakit karena keguguran,” tutup Zek.
Korban akhirnya dimakamkan di Kecamatan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Tidak Ada Tindak Kejahatan
Kapolsek Lubuk Pinang, IPTU Kurtani, memastikan dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda tindak kejahatan.
“Ada masyarakat melapor ditemukan jenazah di perkebunan sawit, jadi kami langsung ke sana bersama tim evakuasi gabungan,” ungkap IPTU Kurtani, Rabu (3/9/2025) pukul 21.18 WIB.
Ia menjelaskan, pihaknya juga sudah menawarkan pemeriksaan lebih lanjut, namun keluarga menolak dan menerima musibah tersebut.
“Dari kondisi yang kami temukan, korban tidak ditemukan tanda-tanda kejahatan. Kami sudah menawarkan pemeriksaan lebih lanjut, tapi pihak keluarga menolak dan menerima apa yang terjadi,” jelasnya.
Barang-barang berharga korban seperti motor Revo dan chainsaw juga ditemukan di lokasi kejadian.
“Untuk barang berharga seperti motor dan chainsaw juga ditemukan di lokasi. Dari keterangan saksi, korban memang sering pergi berkebun sendirian,” tutup IPTU Kurtani.
Petani Ditemukan Tewas
Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Ranah Karya, Arman Jaya, mengatakan korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tertimpa pohon saat menebang.
“Dapat laporan warga, ada warga kita yang tertimpa pohon di kawasan perkebunan sawit,” ungkap Arman, Rabu (3/9/2025) pukul 18.26 WIB.
Ia menuturkan, korban pamit menebang pohon pada Jumat (29/8/2025). Namun hingga Rabu (3/9/2025), korban tak kunjung pulang dan akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa.
Tim evakuasi gabungan menempuh perjalanan lebih dari 20 kilometer dari Jalan Lintas Barat Padang–Bengkulu. Perjalanan sekitar dua jam ditempuh dengan mobil double gardan dan motor grandong.
“Sekitar jam 3 sore kami berangkat, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB,” jelas Arman.
Ia menambahkan, evakuasi terkendala hujan lebat dan jalan tanah liat yang licin. “Proses evakuasi berjalan lancar, hanya saja kondisi hujan deras dan jalan licin naik turun,” tutup Arman.
Evakuasi melibatkan Basarnas Mukomuko, TNI-Polri, dan masyarakat.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini
| Sosok Ijon Majoni Petani di Mukomuko Bengkulu Tewas Tertimpa Pohon di Kebun Sawit |
|
|---|
| Kronologi Petani Mukomuko Bengkulu Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit, Istri Sempat Keguguran |
|
|---|
| Petani Mukomuko Bengkulu Tewas di Perkebunan Sawit, Polisi ungkap Tak Ada Tindak Kejahatan |
|
|---|
| Breaking News: Warga Ranah Karya Mukomuko Bengkulu Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-jenazah-korban-Mukomuko-tertimpa-pohon-di-kebun-sawit.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.